Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengaku Selamatkan Khamenei dari Israel, Trump Sebut Bisa Saja AS Serang Iran Lagi

Donald Trump mengklaim telah menyelamatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dari serangan Israel beberapa waktu lalu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Febri Prasetyo
zoom-in Mengaku Selamatkan Khamenei dari Israel, Trump Sebut Bisa Saja AS Serang Iran Lagi
Truth Social/@realDonaldTrump
TRUMP DI GEDUNG PUTIH - Foto diambil dari akun Trump di Truth Social, Selasa (24/6/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam postingan yang diunggah pada Senin (23/6/2025). Pada 23 Juni 2025 malam, Trump mengomentari respons lemah Iran terhadap pangkalan militer AS di Qatar. 

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah menyelamatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dari serangan Israel beberapa waktu lalu.

Klaim itu disampaikan Trump hari Jumat, (28/6/2025), ketika Trump mengkritik pernyataan Khamenei tentang AS.

Sebelumnya, Khamenei menyebut Iran telah “menampar wajah AS” dengan cara menyerang pangkalan militer AS di Qatar. Aksi itu adalah serangan balasan Iran atas serbuan AS di fasilitas nuklir Iran.

Trump dengan terang-terangan mengaku telah menyelamatkan nyawa Khamenei. Pernyataan itu dikuatkan oleh para pejabat AS yang juga mengatakan Trump memveto rencana Israel membunuh Khamenei.

“Negaranya dihancurkan, tiga fasilitas nuklir jahatnya diremukkan, dan saya tahu persis tempat dia bersembunyi, dan tidak akan mengizinkan Israel, atau Angkatan Bersenjata AS, yang sejauh ini terhebat dan terkuat di dunia, mengakhiri hidupnya,” ujar Trump dikutip dari Arab News.

“Saya menyelamatkannya dari kematian yang saat buruk dan memalukan.”

Trump mengaku berencana mencabut sanksi terhadap Iran. Namun, dia membatalkannya karena merasa sakit hati oleh ucapan Khamenei.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya dihantam oleh pernyataan amarah, kebencian, memuakkan, dan segera menghentikan semua upaya pencabutan sanksi, dan lainnya,” katanya.

Lalu, saat konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengaku tidak mengesampingkan kemungkinan AS kembali menyerang fasilitas nuklir Iran.

“Tentu saja, tanpa ditanya, pasti,” ujar Trump.

Politikus Partai Republik itu ingin tim penyelidik dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bisa menyelidiki fasilitas nuklir Iran setelah dibom pekan lalu.

Baca juga: Israel Diduga Selundupkan Drone Mungil ke Iran Lewat Tetangganya, Azerbaijan Mencak-Mencak

Sementara itu, Kepala IAEA Rafael Grossi pada hari Rabu memastikan bahwa kelanjutan penyelidikan terhadap nuklir Iran akan menjadi prioritas utamanya.

Akan tetapi, parlemen Iran pada hari yang sama sepakat untuk menghentikan adanya penyelidikan seperti itu.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut negaranya mungkin akan menolak permintaan IAEA berkunjung ke fasilitas nuklir Iran.

Serangan AS disebut tidak berdampak signifikan

Sementara itu, Khamenei menyatakan bahwa serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran tidak memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan nuklir nasional.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas