Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cawakot New York Zohran Mamdani Jelaskan Alasan Buat Program Pajak Tinggi untuk Warga Kulit Putih

Zohran Mamdani menolak kritik yang menyebut program kampanye pajak tinggi untuk warga kulit putih dipengaruhi faktor rasial

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Cawakot New York Zohran Mamdani Jelaskan Alasan Buat Program Pajak Tinggi untuk Warga Kulit Putih
Tangkapan layar dari akun Instagram @zohrankmamdani
KAMPANYE ZOHRAN MAMDANI - Di dalam wawancara program NBC Meet the Press pada hari Minggu (30/6/2025) Zohran Mamdani, kandidat resmi Partai Demokrat untuk jabatan Wali Kota New York buka suara terkait kontroversi program pajak tinggi untuk warga kulit putih yang selama ini ia kampanyekan. 

TRIBUNNEWS.COM - Di dalam wawancara program NBC Meet the Press, pada hari Minggu (30/6/2025) Zohran Mamdani, kandidat resmi Partai Demokrat untuk jabatan Wali Kota New York buka suara terkait kontroversi program pajak tinggi untuk warga kulit putih yang selama ini ia kampanyekan.

Alih-alih mengklarifikasi ucapannya tersebut, Zohran menilai program kerjanya untuk menaikkan pajak properti di kawasan yang dia sebut sebagai "kawasan orang kaya dan orang kulit putih" sudah tepat guna.

Di wawancara dengan NBC tersebut, Zohran juga meyakini bahwa keberadaan kaum miliarder di wilayah Kota New York seharusnya dihilangkan.

Mamdani juga mempertahankan istilah pajak tinggi bagi kawasan "yang orang kaya dan berkulit putih", dengan argumen sistem pajak properti kota New York selama ini tidak adil.

Dalam program Meet the Press tersebut, Zohran Mamdani menolak kritik yang menyebut platform pajaknya dipengaruhi faktor rasial

Pria lulusan Bowdoin College tersebut berargumen bahwa usulan tersebut didasarkan pada analisis ekonomi siapa yang selama ini menanggung beban pajak kota.

"Itu (istilah warga kulit putih) hanya deskripsi atas situasi yang kita lihat saat ini. Bukan didorong oleh ras. Ini lebih merupakan penilaian terhadap kawasan mana yang kurang pajaknya dibandingkan dengan yang berlebihan," ujar Mamdani.

Rekomendasi Untuk Anda

Zohran juga mengutip ketimpangan lama dalam sistem pajak properti New York, sekaligus menambahkan bahwa Wali Kota New York sebelumnya yakni Eric Adams juga pernah berjanji untuk melakukan reformasi saat kampanye, meski perubahan tersebut belum terealisasi.

Di wawancara bersama Meet The Press, Mamdani juga mengaku tidak terganggu terkait kecaman yang menyebut programnya rasis dan mengalienasi pemilih berkulit putih.

"Saya hanya menyebutkan hal-hal seperti adanya," sanggah Zohran.

Zohran Mamdani, sendiri resmi menjadi kandidat walikota New York dari Partai Demokrat setelah meraih kemenangan mengejutkan minggu lalu di tingkat partai.

Baca juga: Tuduh Radikal, Partai Republik Desak Trump Cabut Kewarganegaraan Cawalkot New York Zohran Mamdani

Dalam pemilihan pendahulu Partai Demokrat minggu lalu, pria berusia 33 tahun ini mengalahkan penantang utamanya, Andrew Cuomo, mantan gubernur New York yang mengundurkan diri pada 2021 setelah tuduhan pelecehan seksual.

Jika terpilih pada November mendatang, Mamdani akan menjadi walikota Muslim dan Amerika keturunan India pertama di kota berjuluk The Big Apple.

Program Kampanye Zohran Mamdani Disemprot Trump

Selain menerapkan pajak tinggi bagi warga kaya dan berkulit putih, program kampanye Zohran Mamdani juga fokus pada keterjangkauan biaya hidup.

Di dalam kampanyenya, Zohran berjanji akan membuat kebijakan angkutan umum gratis, perawatan anak universal, upah minimum per jam $30 dollar, serta pembentukan supermarket yang didanai oleh pemkot New York melalui kenaikan pajak bagi 1 persen penduduk berpenghasilan tertinggi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas