Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Diskors dari Jabatan, Paetongtarn Shinawatra Minta Maaf ke Warga Thailand

PM Thailand Paetongtarn Shinawatra menyampaikan maaf kepada publik setelah Mahkamah Konstitusi menjatuhkan keputusan untuk menangguhkan jabatannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Diskors dari Jabatan, Paetongtarn Shinawatra Minta Maaf ke Warga Thailand
Tangkapan layar YouTube CNBC-TV18
PERDANA MENTERI THAILAND - Tangkapan layar YouTube CNBC-TV18 pada Selasa (1/7/2025) yang menampilkan Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah Mahkamah Konstitusi menjatuhkan keputusan untuk menangguhkannya dari jabatan pada Selasa (1/6/2025). 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah Mahkamah Konstitusi menjatuhkan keputusan untuk menangguhkannya dari jabatan pada Selasa (1/6/2025).

Hal ini menyusul skandal kebocoran percakapan pribadi dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen.

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Pemerintah Bangkok, Paetongtarn menyatakan dirinya menerima keputusan pengadilan.

"Putusan telah keluar dan saya menerima keputusan pengadilan," ucap Paetongtarn di hadapan wartawan, dikutip dari Channel News Asia.

"Saya ingin menegaskan kembali bahwa saya selalu berniat untuk melakukan yang terbaik bagi negara saya," tambahnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Thailand yang kecewa dengan situasi ini.

"Saya ingin meminta maaf kepada semua warga Thailand yang mungkin merasa tidak nyaman atau kesal dengan masalah ini," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski diskors dari tugas sebagai perdana menteri, Paetongtarn yang baru 10 bulan menjabat itu akan tetap berada di kabinet sebagai Menteri Kebudayaan, sesuai hasil perombakan pemerintah terbaru.

Skandal Panggilan Bocor

Kasus yang menimpa Paetongtarn berawal dari bocornya percakapan telepon pada 15 Juni 2025 antara dirinya dengan Hun Sen, yang dikonfirmasi keasliannya oleh kedua belah pihak.

Dalam rekaman tersebut, Paetongtarn terdengar menyebut Hun Sen sebagai "paman" dan tampak mengkritik militernya sendiri setelah bentrokan perbatasan menyebabkan tewasnya seorang tentara Kamboja.

Baca juga: Profil Suriya Juangroongruangkit, PM Thailand Sementara Pengganti Paetongtarn Shinawatra

Ia juga terdengar mengatakan kepada Hun Sen apabila membutuhkannya, ia akan siap sedia.

“Jika Anda menginginkan sesuatu, tinggal beri tahu saya, dan saya akan mengurusnya," kata Paetongtarn, dikutip dari CNN.

Komentar ini memicu kemarahan luas di dalam negeri, dengan banyak pihak menuduh Paetongtarn membahayakan kepentingan nasional.

Skandal ini membuat 36 senator mengajukan petisi ke Mahkamah Konstitusi, menuding Paetongtarn melanggar standar etika sebagai kepala pemerintahan. 

Pengadilan kemudian memutuskan untuk menangguhkan tugasnya hingga putusan final dicapai.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas