AS Hentikan Pengiriman Rudal Patriot, Ukraina Peringatkan Korban Sipil Bertambah
Pejabat Ukraina peringatkan banyak korban sipil setelah AS hentikan pengiriman rudal Patriot. Kyiv sebut pertahanan udara jadi lemah.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Nuryanti
TRIBUNNEWS.COM - Keputusan Amerika Serikat (AS) menghentikan beberapa pengiriman senjata penting memicu peringatan keras dari Ukraina.
Pemerintah Ukraina mengatakan langkah itu akan melemahkan kemampuannya mempertahankan diri dari serangan udara yang semakin intensif.
Ukraina juga menilai hal itu akan memengaruhi situasi di medan perang.
Kyiv memanggil utusan sementara AS untuk menekankan pentingnya bantuan militer yang berkelanjutan.
Ukraina memperingatkan bahwa setiap penghentian bantuan hanya akan membuat Rusia semakin berani melanjutkan perangnya.
Kementerian Luar Negeri Ukraina menyatakan bahwa penundaan dukungan hanya akan mendorong agresor melanjutkan perang dan teror.
Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan belum mendapat pemberitahuan resmi soal penghentian ini.
Mereka sedang meminta kejelasan dari mitra Amerika.
Seorang sumber Ukraina yang mengetahui situasi menyebut keputusan ini sebagai "kejutan total".
Reuters melaporkan bahwa keputusan Pentagon dilakukan karena kekhawatiran atas menipisnya stok militer AS.
Empat sumber mengatakan penghentian ini mencakup 30 rudal pertahanan udara Patriot.
Baca juga: Pentagon Tangguhkan Pengiriman Rudal Patriot dan Amunisi ke Ukraina, Ini Alasannya
Sistem itu sangat diandalkan Ukraina untuk menghadang rudal balistik yang bergerak cepat.
Penghentian juga mencakup hampir 8.500 peluru artileri 155mm.
Selain itu, lebih dari 250 rudal GMLRS (artileri roket presisi) dan 142 rudal udara-ke-permukaan Hellfire juga ditangguhkan.
Pejabat AS menepis anggapan bahwa penghentian bantuan bersifat permanen.