Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Mengapa banyak anak-anak mengisap vape dan apa bahayanya?

Dr. Ruediger Krech, direktur promosi kesehatan WHO, mengeklaim rokok elektrik sengaja dipasarkan kepada anak-anak melalui media sosial…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mengapa banyak anak-anak mengisap vape dan apa bahayanya?
BBC Indonesia
Mengapa banyak anak-anak mengisap vape dan apa bahayanya? 

"Saya mendesak negara-negara untuk menerapkan langkah ketat demi mencegah penggunaan [vape] dan untuk melindungi warga negara mereka, terutama anak-anak serta kaum muda."

Apa dampak vape bagi kaum muda?

Dr. Ruediger Krech, direktur promosi kesehatan WHO, mengklaim rokok elektrik sengaja dipasarkan kepada anak-anak melalui media sosial dan pemengaruh.

Ia juga bilang pemasaran beberapa produk memakai karakter kartun dan desain yang dibuat khusus untuk menarik pengguna yang lebih muda.

"Terjadi peningkatan yang mengkhawatirkan dalam penggunaan rokok elektrik di kalangan anak-anak dan kaum muda, dengan tingkat yang melebihi pengguna orang dewasa di banyak negara," paparnya pada 2023.

Kekhawatirannya juga disampaikan oleh ahli jantung asal Brasil, Jaqueline Scholz, yang memimpin program penghentian merokok di Heart Institute (InCor) di São Paulo, Brasil.

"Semakin banyak saya melihat kaum muda berusia 16-24 tahun di klinik saya menggunakan produk ini dan memiliki kadar nikotin dalam tubuhnya setara dengan merokok lebih dari 20 batang sehari," jelas dr. Scholz.

Dia menjelaskan, sebelumnya merokok tidak populer di kalangan remaja Brasil, tetapi muncul perubahan sikap seiring hadirnya vaping yang, menurutnya, bisa segara menjadi "wabah".

Rekomendasi Untuk Anda

Karenanya, ia menganjurkan pelarangan total terhadap rokok elektrik.

"Vaping hanyalah rokok lama dengan kedok baru, dirancang untuk terus menjual dan mengabadikan kecanduan, tetapi dengan bahaya tambahan."

Bahkan menurut WHO, paparan singkat dari pemasaran rokok elektrik di media sosial bisa meningkatkan kemungkinan vaping dan, pada gilirannya, merokok.

"Studi secara konsisten menunjukkan bahwa orang muda yang menggunakan rokok elektrik hampir tiga kali lebih mungkin untuk merokok di kemudian hari," kata badan PBB tersebut.

WHO memperkirakan lebih dari 8 juta orang meninggal karena penggunaan tembakau setiap tahun.

Nikotin dalam tembakau sangat adiktif, dan penggunaan tembakau merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan pernapasan.

Serta, lebih dari 20 jenis atau sub-jenis kanker yang berbeda dan kondisi kesehatan yang melemahkan lainnya.

Apa kata industri rokok elektrik?

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas