Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Untuk Pertama Kalinya, Xi Jinping Tidak Hadir dalam KTT BRICS, Ada Apa?

Presiden China Xi Jinping tidak hadir dalam KTT BRICS tahun ini, memicu banyak spekulasi.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Untuk Pertama Kalinya, Xi Jinping Tidak Hadir dalam KTT BRICS, Ada Apa?
Situs resmi BRICS Brasil 2025 https://brics.br/ - Ricardo Stuckert/PR
XI JINPING ABSEN - Presiden China Xi Jinping menyambut Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dalam upacara penandatanganan resmi di Istana Rakyat di Beijing, Tiongkok, Mei 2025. Presiden China Xi Jinping tidak hadir dalam KTT BRICS tahun ini, memicu banyak spekulasi. 

TRIBUNNEWS.COM – Presiden China, Xi Jinping, tidak akan hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang digelar pekan ini di Brasil.

Ini merupakan pertama kalinya seorang pemimpin tertinggi China absen dari pertemuan tersebut.

Dilansir Fox News, ketidakhadiran Xi langsung memicu spekulasi, terutama terkait dinamika politik dalam negeri di China serta kekompakan kelompok BRICS itu sendiri.

Sebagai penjelasan resmi, otoritas China menyebutkan adanya bentrok jadwal.

Disebutkan pula bahwa Xi Jinping telah lebih dahulu bertemu dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, awal tahun ini, menurut laporan South China Morning Post.

Xi digantikan oleh Perdana Menteri China, Li Qiang, untuk menghadiri KTT tersebut.

"Itu tidak masuk akal," kata Gordon Chang, pakar hubungan AS-China.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ada banyak negara lain di KTT BRICS, bukan hanya Brasil. Bagi saya, sangat signifikan bahwa Xi Jinping tidak hadir."

"Ini menunjukkan adanya gejolak di dalam negeri — ada tanda-tanda bahwa ia mulai kehilangan kendali atas militer, dan bahwa rival-rival sipilnya kembali menunjukkan pengaruh. Ini adalah salah satu gejalanya," tambah Chang.

Bryan Burack dari Heritage Foundation juga sepakat bahwa absennya Xi menandakan adanya persoalan yang lebih dalam.

"Ini merupakan indikasi lain bahwa BRICS tidak akan menjadi semacam 'negara jajahan' China di belahan bumi selatan," ujarnya.

BRICS - Presiden Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, dan Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa; Perdana Menteri India, Narendra Modi; dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, di KTT Pemimpin BRICS 2023 di Johannesburg.
BRICS - Presiden Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, dan Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa; Perdana Menteri India, Narendra Modi; dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, di KTT Pemimpin BRICS 2023 di Johannesburg. (Situs resmi BRICS Brasil 2025 https://brics.br/ - Ricardo Stuckert/PR)

Baca juga: Hadiri KTT BRICS di Brasil, Hotel Prabowo Menghadap ke Samudra Atlantik

Burack mencatat bahwa negara-negara seperti Brasil dan Indonesia baru-baru ini telah mengenakan tarif terhadap China terkait kelebihan kapasitas industri dan praktik dumping.

"China secara aktif merugikan hampir semua negara tersebut — dengan sedikit pengecualian — melalui kebijakan perdagangan yang tidak adil, praktik dumping, dan kelebihan kapasitas industri," katanya.

Ada Ketegangan dengan India?

Sejumlah analis juga menunjuk pada meningkatnya ketegangan antara China dan India sebagai faktor lain di balik absennya Xi Jinping dalam pertemuan puncak tersebut.

"Sebenarnya, China telah berkonflik dengan India selama beberapa dekade," ujar Burack.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas