Netanyahu Nominasikan Trump untuk Nobel Perdamaian Dunia
Nominasi ini diberikan kepada Trump dalam sela-sela jamuan makan malam di Ruang Biru, Gedung Putiih yang menjadi agenda rangkaian kunjungan Netanyahu
Penulis:
Bobby W
Editor:
Endra Kurniawan
Dalam kesempatan tersebut, Trump mengatakan AS dan Iran akan segera bertemu dan mengulangi pembicaraan atau negosiasi terkait masalah nuklir.
Trump mengaku ia terbuka untuk mencabut sanksi terhadap Iran selama kedua belah pihak berhasil meraih kesepakatan.
Utusan Trump, Steve Witkoff, sebelumnya juga memberi tahu wartawan bahwa AS dan Iran akan bertemu dalam waktu seminggu ke depan.
"Saya sangat ingin, di waktu yang tepat, dapat mencabut sanksi itu dan memberi mereka kesempatan untuk membangun kembali," kata Trump dalam sesi makan malam dengan Netanyahu.
Trump mengaku ketegangan antara Iran dan AS sudah berlangsung terlampau lama dan perlu diakhiri sesegera mungkin,
"Saya ingin melihat Iran membangun dirinya kembali secara damai, bukan terus-menerus mengucapkan 'Matilah Amerika, Matilah AS, Matilah Israel' seperti yang mereka lakukan selama ini." imbuh Trump.
Netanyahu juga membahas upaya pemerintahan Trump yang ingin menekan penghentian perang di Gaza.
Baca juga: Pakistan Berubah Pikiran Calonkan Donald Trump Sebagai Peraih Nobel Perdamaian
Trump menyatakan harapannya agar kesepakatan dapat segera diraih untuk menghentikan pertempuran di Palestina dan pembebasan semua sandera yang masih ditahan oleh Hamas.
Pada pekan lalu Trump juga mengatakan gencatan senjata dari konflik panas yang telah berlangsung sejak serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023 tersebut mungkin "sudah dekat"
Di kesempatan tersebut, Netanyahu juga mengisyaratkan bahwa ia bersedia memperluas Perjanjian Abraham yang menormalisasi hubungan Israel dengan beberapa negara kawasan Jazirah Arab.
"Saya pikir kami bisa merundingkan perdamaian antara kami dan seluruh Timur Tengah dengan kepemimpinan Presiden Trump," pungkas Netanyahu .
(Tribunnews.com/Bobby)