Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.233: Rusia Gempur Ukraina, Zelensky Murka

Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.233: Rusia melakukan serangan besar-besaran ke Ukraina selama 10 jam, Zelensky murka.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti
zoom-in Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.233: Rusia Gempur Ukraina, Zelensky Murka
Facebook Zelensky
AKIBAT SERANGAN RUSIA - Foto diambil dari Facebook Zelensky, Kamis (10/7/2025), memperlihatkan api yang berkobar di sebuah gedung setelah dihantam serangan Rusia. Zelensky mengunggah foto sejumlah lokasi di Ukraina setelah dihantam serangan Rusia pada Rabu (9/7/2025) malam. 

Korban jiwa termasuk tiga orang tewas dan satu orang luka-luka di kota garis depan Kostiantynivka di wilayah Donetsk, menurut laporan layanan darurat nasional. 

Sebuah gedung administrasi satu lantai hancur dan tim penyelamat mengevakuasi jenazah dari reruntuhan, sementara itu petugas pemadam kebakaran memadamkan api di empat gedung. 

Vadym Filashkin, gubernur wilayah Donetsk, mengatakan, "Sudah waktunya untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Evakuasi ke wilayah Ukraina yang tidak terlalu berbahaya!"

Zelensky Temui Utusan AS untuk Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Utusan Khusus AS untuk Ukraina Keith Kellogg di Roma.

"Kami membahas pasokan senjata dan penguatan pertahanan udara … Kami juga membahas pembelian senjata Amerika, produksi pertahanan bersama, dan upaya lokalisasi di Ukraina," kata Zelensky pada hari Rabu.

Keduanya berada di Italia menjelang konferensi pada 10-11 Juli 2025 yang didedikasikan untuk pemulihan dan rekonstruksi jangka panjang Ukraina.

Zelensky dan Keith Kellogg Bahas Proposal untuk Beri Sanksi Keras ke Rusia

Dalam pertemuannya di Roma, Zelensky mengatakan ia dan Keith Kellogg telah membahas panjang lebar proposal untuk memberikan sanksi yang lebih keras kepada Moskow.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia berharap akan ada kemajuan dalam rancangan undang-undang sanksi yang diajukan oleh Lindsey Graham dari Partai Republik dan Richard Blumenthal dari Partai Demokrat.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik langsung yang tidak biasa kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan mengatakan pernyataan penguasa Rusia tersebut tentang langkah menuju perdamaian "tidak berarti" dan "omong kosong".

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas