Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Israel Panik, Data Intelijen Elit Bocor, Ribuan Identitas Pasukan Rahasia Israel Terungkap

Sebuah insiden kebocoran data besar mengguncang Israel setelah kelompok peretas mengungkap informasi pribadi ribuan unit intelijen dan militer Israel.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Israel Panik, Data Intelijen Elit Bocor, Ribuan Identitas Pasukan Rahasia Israel Terungkap
khaberni/tangkap layar
PASUKAN IDF - Pasukan infanteri militer Israel (IDF) berjalan berbaris di waktu yang tidak dicantumkan di wilayah pendudukan mereka di Palestina. IDF dilaporkan mundur dari Poros Netzarim setelah tercapai kesepakatan pertukaran sandera dengan Gerakan Hamas per 19 Januari 2025. Sebuah insiden kebocoran data besar mengguncang Israel setelah kelompok peretas mengungkap informasi pribadi ribuan unit intelijen dan militer Israel. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah insiden kebocoran data besar mengguncang Israel setelah kelompok peretas mengungkap informasi pribadi ribuan individu yang terafiliasi dengan unit militer dan intelijen paling elit negara tersebut.

Para ahli menyebut, kebocoran ini sebagai salah satu pelanggaran siber paling mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.

Mengutip dari Al Mayadeen, data yang bocor mencakup nama, nomor telepon, alamat email dan bahkan alamat rumah para mantan perwira intelijen, operator drone, teknisi hingga pakar siber dari Unit 8.200 dan Unit 81.

Di mana Unit 8.200 dan Unit 81 merupakan dua unit elite yang terkenal sebagai otak operasi siber dan intelijen Israel.

Tidak hanya itu, personel yang memiliki kaitan dengan Kantor Perdana Menteri dan Kementerian Keamanan juga termasuk dalam daftar.

Menurut media Israel Haaretz, pelanggaran tersebut, bermula dari platform rekrutmen JobInfo yang digunakan oleh banyak veteran militer untuk mencari pekerjaan di sektor swasta. 

Resume dalam bahasa Inggris dan Ibrani yang memuat detail sensitif tentang pengalaman militer dan teknologi intelijen menjadi celah bagi peretasan massal ini.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini sungguh menakutkan," ujar seorang pemukim yang terdampak, seperti dikutip Haaretz. 

Para analis memperingatkan bahwa data tersebut, bisa dimanfaatkan untuk ancaman fisik dan digital terhadap individu yang terlibat.

Kebocoran ini juga mengungkap jaringan transisi para veteran militer ke perusahaan-perusahaan besar seperti Elbit Systems, Rafael, NSO Group, dan bahkan perusahaan asing di bidang pengawasan dan kecerdasan buatan.

Baca juga: Google Dituding Bersekutu dengan Israel, Pendiri Tersudut Isu Genosida Gaza

Informasi dalam resume menunjukkan keterlibatan mereka dalam proyek-proyek R&D berisiko tinggi, pengembangan senjata presisi, hingga eksploitasi kerentanan siber.

Kelompok peretas yang dikenal sebagai Handala Hack, yang disebut-sebut berafiliasi dengan Iran, diklaim bertanggung jawab atas serangan ini. 

Mereka diketahui telah melancarkan lebih dari 20 operasi peretasan sejak perang di Gaza kembali memanas. 

Tujuannya, menurut para pengamat, adalah mempermalukan dan mengekspos pihak-pihak yang terlibat dalam agresi terhadap Palestina.

Salah satu implikasi serius dari kebocoran ini adalah meningkatnya seruan dari aktivis pro-Palestina untuk menangkap para veteran militer Israel yang bepergian ke luar negeri. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas