Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ajudan Netanyahu Hadapi Dakwaan atas Kebocoran Data Intelijen Israel soal Gaza, Jaksa Ungkap Tujuan

Menurut Jaksa Agung Israel, ajudan Netanyahu diduga membocorkan informasi militer rahasia selama perang Israel di Gaza.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Ajudan Netanyahu Hadapi Dakwaan atas Kebocoran Data Intelijen Israel soal Gaza, Jaksa Ungkap Tujuan
Facebook PM Israel
NETANYAHU BERPIDATO - Foto ini diambil dari Facebook PM Israel pada Senin (16/6/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (15/6/2025). Menurut Jaksa Agung Israel, ajudan Netanyahu diduga membocorkan informasi militer rahasia selama perang Israel di Gaza. 

TRIBUNNEWS.COM - Ajudan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi dakwaan atas tuduhan keamanan sambil menunggu sidang.

Menurut Jaksa Agung Israel, ajudan Netanyahu diduga membocorkan informasi militer rahasia selama perang Israel di Gaza.

Penasihat dekat Netanyahu, Jonatan Urich, telah membantah melakukan kesalahan dalam kasus tersebut, yang mulai diselidiki oleh otoritas hukum pada akhir tahun 2024.

Sementara, Netanyahu menggambarkan penyelidikan terhadap Urich dan para ajudan lainnya bermotif politik.

Pada Senin (14/7/2025), Netanyahu menyatakan bahwa Urich tidak membahayakan keamanan negara.

Pengacara Urich juga mengatakan tuduhan tersebut tidak berdasar dan menegaskan bahwa ketidakbersalahan klien mereka akan dibuktikan tanpa keraguan.

Kata Jaksa

Jaksa Agung Gali Baharav-Miara mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Urich dan seorang ajudan lainnya telah memperoleh informasi rahasia dari militer Israel dan membocorkannya ke surat kabar Jerman, Bild.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tujuan mereka adalah untuk membentuk opini publik tentang Netanyahu dan memengaruhi wacana tentang pembunuhan enam sandera Israel oleh mereka penculik Palestina di Gaza pada akhir Agustus 2024," katanya, Minggu (13/7/2025), dilansir Al Arabiya.

Artikel Bild yang dimaksud diterbitkan beberapa hari setelah para sandera ditemukan dieksekusi di terowongan Hamas di Gaza selatan.

Bild menguraikan strategi negosiasi Hamas dalam perundingan gencatan senjata tidak langsung dan sebagian besar sejalan dengan tuduhan Netanyahu terhadap kelompok militan Hamas atas kebuntuan tersebut.

Setelah penyelidikan diumumkan, Bild menyatakan tidak akan mengomentari sumbernya dan artikelnya hanya mengandalkan dokumen asli.

Baca juga: Oposisi Israel Kecam Rencana Netanyahu Bangun Kota Kemanusiaan di Rafah Gaza

Dalam pernyataannya pada Senin, Netanyahu mengatakan pengumuman Baharav-Miara “mengerikan” dan waktu pengumumannya menimbulkan pertanyaan serius.

Pemerintahan Netanyahu telah berbulan-bulan berupaya memecat Baharav-Miara.

Jaksa Agung, yang ditunjuk oleh pemerintahan sebelumnya, telah berselisih dengan kabinet Netanyahu mengenai legalitas beberapa kebijakannya.

Di sisi lain, kematian para sandera memicu protes massal di Israel dan membuat marah keluarga para sandera, yang menuduh Netanyahu menggagalkan perundingan gencatan senjata yang gagal dalam beberapa minggu sebelumnya karena alasan politik.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas