Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Partai Yahudi Haredi Keluar dari Pemerintahan Israel, Koalisi Netanyahu Retak

Partai Yahudi Haredi, United Torah Judaism (UTJ) protes soal RUU wamil dan keluar dari pemerintah Israel, yang menambah runtuhnya koalisi Netanyahu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Partai Yahudi Haredi Keluar dari Pemerintahan Israel, Koalisi Netanyahu Retak
Instagram @b.netanyahu
NETANYAHU - Foto ini diambil dari publikasi Instagram Netanyahu pada Minggu (23/2/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato dan mengancam Hizbullah Lebanon pada 24 September 2024. Pada 14 Juli 2025, partai United Torah Judaism (UTJ) menarik diri dari koalisi pemerintahan Netanyahu. 

Sementara itu partai haredi lainnya, Shas, belum melakukan pengunduran diri meski mereka mengeluarkan ultimatum pada 13 Juli untuk tuntutan yang sama.

Jika Shas mengundurkan diri, koalisi Netanyahu akan kehilangan mayoritasnya, turun menjadi 50 kursi, seperti diberitakan The Times of Israel.

UTJ Sempat Mengancam akan Mundur

Pengunduran diri anggota UTJ diumumkan hanya beberapa jam setelah Degel Hatorah mengancam untuk menarik diri dari koalisi pemerintahan Netanyahu.

Dalam tuntutannya, mereka meminta koalisinya untuk memberikan RUU yang mengecualikan siswa yeshiva dari wajib militer.

Partai haredi tersebut berpendapat bahwa RUU untuk membebaskan siswa yeshiva merupakan janji utama dalam perjanjian mereka untuk bergabung dengan koalisi Netanyahu pada akhir tahun 2022.

Beberapa partai keagamaan dalam koalisi pemerintahan Netanyahu berupaya mengecualikan siswa yeshiva dari dinas wajib militer.

Sementara itu, anggota parlemen lainnya ingin menghapuskan pengecualian itu, seperti diberitakan Reuters.

Rekomendasi Untuk Anda

Kaum Yahudi Haredi atau Ultra-Ortodoks telah lama dikecualikan dari dinas wajib militer, tapi tahun lalu Mahkamah Agung Israel memerintahkan kementerian pertahanan untuk mengakhiri praktek tersebut dan merekrut siswa yeshiva.

Di sisi lain, Netanyahu berusaha keras untuk menyelesaikan kebuntuan dalam koalisinya mengenai RUU wajib militer yang baru untuk mengecualikan siswa yeshiva.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas