BREAKING NEWS: Perang Thailand Vs Kamboja Hari Ke-2 Kian Brutal, Libatkan Alat Berat
Pihak Thailand dan Kamboja mengakui perang hari ke-2 pada hari ini, Jumat (25/7/2025) terus berlanjut.
Penulis:
Hasanudin Aco
Maly Socheata, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional, mengatakan militer Thailand melancarkan serangan ke delapan lokasi, menggunakan senjata berat dan jet tempur F-16.
Kedelapan lokasi tersebut adalah Kuil Ta Moan Thom, Kuil Ta Krabey, Phnom Trat, Veal Intri, Tathav, 6. Phnom Khak, An Ses O Phka Sweten, dan Mom Bei.
Jumlah korban tewas meningkat
Korban tewas di pihak Thailand telah meningkat menjadi 14 orang hingga Kamis malam.
Dimana 13 diantaranya warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan.
Kementerian Thailand juga menyatakan 46 orang terluka, termasuk 14 tentara.
Sementara Wakil Gubernur Provinsi Oddar Meanchey di Kamboja pagi tadi mengonfirmasi bahwa sejauh ini setidaknya satu warga sipil tewas.
"Dan lima lainnya terluka akibat tembakan artileri dari tentara Thailand," ujarnya dikutip dari Kmher Times.
Seruan Damai
Wakil Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menyoroti seruan gencatan senjata dari Ketua ASEAN dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang mendesak kedua negara untuk melakukan dialog dan menahan diri.
Namun, situasi berubah menjadi provokatif ketika mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra mengunggah pesan hanya satu jam kemudian, yang menyatakan bahwa ia akan membiarkan tentara Thailand “memberi pelajaran kepada Hun Sen.”
Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang komitmen Thailand terhadap seruan ASEAN untuk perdamaian.
Dengan banyaknya tokoh penting yang tampaknya mengabaikan upaya diplomatik, kawasan tersebut menjadi gelisah karena potensi eskalasi militer yang terus membayangi.
Kedua negara bertetangga itu sudah lama terlibat dalam pertikaian sengit mengenai wilayah yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud.
Ini adalah wilayah perbatasan Thailand, Kamboja, dan Laos tempat berada beberapa kuil kuno.
Pertikaian ini telah berlangsung selama puluhan tahun namun memanas lagi pada Mei 2025, ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak.