Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.249, Kremlin: Pertemuan Putin-Zelensky Jadi Langkah Terakhir
Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.249: Kremlin menyatakan pertemuan Putin-Zelensky hanya mungkin terjadi di tahap akhir negosiasi damaI.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Pada Sabtu (26/7/2025), menandai hari ke-1.249 sejak invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022.
Seiring berjalannya waktu, nada-nada diplomatik kembali terdengar. Hal ini memperjelas bahwa upaya penyelesaian konflik masih jauh dari selesai.
Dalam perkembangan terbaru, di Moskow, pihak Kremlin menegaskan pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hanya dapat terjadi sebagai langkah akhir—bukan awal—dalam proses menuju kesepakatan damai.
Artinya, dialog tingkat tinggi hanya akan digelar bila negosiasi substantif sebelumnya telah membuahkan hasil.
Sementara itu di Ukraina, Presiden Zelensky pada Jumat (25/7/2025) mengunjungi sebuah pabrik drone pencegat yang kini memainkan peran kunci dalam sistem pertahanan udara negaranya.
Kunjungan ini menyoroti pentingnya teknologi drone dalam menghadapi ancaman serangan rudal dan drone Rusia yang semakin intensif.
Zelensky juga mengungkap bahwa pasukan Ukraina masih terus menjalankan operasi militer aktif di wilayah perbatasan utara, khususnya di sekitar Provinsi Sumy, yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi titik panas eskalasi militer.
Perang panjang ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda, meski kedua belah pihak mulai menunjukkan sinyal diplomatik, meski masih dengan syarat ketat.
Selengkapnya, simak rangkuman peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1249 berikut ini.
Erdogan Usulkan Pertemuan Putin-Zelensky
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan keinginannya untuk menyelenggarakan pertemuan langsung antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca juga: Eks Marinir Satria Arta Ingin Kembali Jadi WNI, Istana Instruksikan Panglima TNI Cari Jalan Keluar
Untuk mewujudkan hal tersebut, Erdogan mengatakan akan berbicara dengan mantan Presiden AS Donald Trump, Suspilne melaporkan.
Trump Bahas Ukraina di Skotlandia
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dijadwalkan mengunjungi Skotlandia untuk bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Sumber-sumber dari Inggris dan AS menyebutkan bahwa agenda utama dalam kunjungan itu adalah membahas upaya mengakhiri perang Rusia di Ukraina.
Sebelum meninggalkan Washington, Trump pada Jumat (25/7/2025) mengatakan sedang mempertimbangkan sanksi sekunder terhadap Rusia.
Dikutip dari The Guardian, Von der Leyen menyatakan ia akan bertemu Trump di Skotlandia pada Minggu (27/7/2025).
Pejabat Inggris menyambut baik perubahan dalam retorika Trump mengenai Rusia dan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.
AS Minta Tiongkok Hentikan Dukungan ke Rusia
Amerika Serikat meminta Tiongkok untuk berhenti memperkuat agresi Rusia di Ukraina dalam sidang PBB pada Jumat (25/7/2025).
Penjabat Duta Besar AS untuk PBB Dorothy Shea mendesak semua negara, khususnya Tiongkok, untuk menghentikan ekspor barang-barang penggunaan ganda ke Rusia.
Washington menilai barang-barang itu memperkuat industri perang Rusia dan mendukung serangan misil serta pesawat tak berawak terhadap Ukraina.
Wakil Duta Besar Tiongkok untuk PBB, Geng Shuang, membantah tuduhan itu.
Ia menegaskan Tiongkok bukan pihak dalam konflik, tidak pernah memasok senjata mematikan, dan mengontrol ekspor barang-barang penggunaan ganda secara ketat.
Kremlin: Pertemuan Putin-Zelensky Jadi Langkah Terakhir
Kremlin mengatakan bahwa pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Volodymyr Zelensky hanya bisa dilakukan sebagai langkah akhir dalam mencapai kesepakatan damai.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut pertemuan semacam itu kemungkinan besar tidak akan berlangsung pada akhir Agustus, seperti yang diusulkan Ukraina.
Pihak Ukraina sebelumnya menilai pertemuan puncak diperlukan untuk membuka jalan keluar dari kebuntuan diplomatik.
Baca juga: Israel Kecam Rencana Prancis Akui Negara Palestina, Sebut Aib dan Peringatkan Tak akan Diam Saja
Tiga sesi perundingan damai telah berlangsung sejak pertengahan Mei di Turki.
Zelensky menyebut Rusia kini mulai menunjukkan keterbukaan terhadap ide pertemuan langsung tersebut.
Zelensky Targetkan Produksi 1.000 Drone per Hari
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Jumat (25/7/2025) mengunjungi pabrik drone pencegat yang semakin penting untuk pertahanan udara Ukraina.
Dalam pidato malamnya, Zelensky menyebut telah ditetapkan target produksi hingga 1.000 drone per hari.
Menteri pertahanan baru Ukraina, Denys Shmyhal, melaporkan bahwa bantuan asing akan memastikan pasokan senjata yang stabil untuk militer Ukraina.
Serangan udara Rusia yang terus meningkat membuat kebutuhan drone pencegat semakin mendesak.
“Rencana telah disetujui untuk produksi 500–1.000 drone per hari. Batas waktu telah ditetapkan,” ujar Zelensky.
Ukraina Dapat Dana untuk Tiga Sistem Patriot
Ukraina telah menerima konfirmasi dari mitra-mitranya bahwa mereka akan menyediakan dana untuk tiga sistem pertahanan rudal Patriot.
Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Jerman telah menyetujui dua sistem, sementara Norwegia akan menyediakan satu sistem.
Diskusi juga tengah berlangsung dengan Belanda untuk mendanai tujuh sistem tambahan.
Kepala Antikorupsi Ukraina: Ancaman Belum Berakhir
Kepala lembaga antikorupsi Ukraina mengatakan pada Jumat (25/7/2025) bahwa upaya menggagalkan kerja lembaganya masih berlanjut.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Volodymyr Zelensky mengubah sikapnya dan mengajukan UU untuk memulihkan independensi lembaga-lembaga antikorupsi.
Semen Kryvonos mengaku terkejut dengan upaya sebelumnya yang membatasi kekuasaan lembaganya dan SAPO.
Langkah parlemen yang mempercepat undang-undang untuk memberi kekuasaan lebih besar kepada jaksa agung memicu protes luas.
Baca juga: 5 Kandidat Pengganti Korea Selatan di VNL 2026 Putri, Ukraina Dalam Kejaran Puerto Rico
Kryvonos memuji pembalikan keputusan oleh Zelensky, namun mengatakan NABU dan SAPO tetap menjadi sasaran dari kepentingan politik dan pribadi.
Pertempuran Sengit di Sekitar Pokrovsk
Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan Ukraina menghadapi pertempuran sengit di sekitar Pokrovsk, wilayah timur Ukraina.
Pokrovsk merupakan pusat logistik penting yang menjadi target ofensif Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (24/7/2025) mengklaim telah merebut dua desa di sekitar Pokrovsk, yaitu Zvirove dan Novoekonomichne.
Moskow juga mengklaim telah menguasai desa Novotoretske sebelumnya. Pihak Ukraina belum mengonfirmasi perebutan wilayah tersebut oleh Rusia.
Ukraina Rebut Kembali Wilayah di Sumy
Presiden Zelensky menyatakan pasukan Ukraina terus melakukan operasi militer di wilayah perbatasan Sumy, Ukraina utara.
Wilayah tersebut sebelumnya menjadi sasaran operasi Rusia yang ingin menciptakan "zona penyangga".
Sumber militer Ukraina, termasuk blog DeepState, melaporkan bahwa pasukan Ukraina berhasil merebut kembali sebuah desa yang sebelumnya dikuasai Rusia.
Pemulihan kendali ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan garis depan utara Ukraina.
(Tribunnews.com/ Andari Wulan Nugrahani)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.