Putin Disambut Menlu China dengan Santai, Tunjukkan Rusia Tetap 'Teman Lama'
Presiden Rusia Putin disambut oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi di bandara Beijing dan disambut dengan lebih santai daripada penyambutan Trump.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping dalam kunjungan kenegaraan yang dinilai memperkuat hubungan strategis kedua negara.
- Kedatangan Putin merupakan kunjungan ke-25 di China.
- Pertemuan ini berlangsung beberapa hari setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China.
- Meski dekat dengan Rusia, China tetap berusaha menjaga hubungan dengan AS dan mempertahankan posisi “netral” terkait perang Rusia-Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing pada Selasa (19/5/2026) malam waktu setempat untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke China atas undangan Presiden China Xi Jinping.
Langkah ini dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan hubungan bilateral, hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengunjungi Beijing.
Putin tiba di Bandara Internasional Beijing pada sekira pukul 23.12 waktu setempat, di mana para pejabat militer sudah menunggu untuk menyambutnya.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, terlihat menyambut Putin yang turun dari pesawat kepresidenan Rusia, berjabat tangan, lalu keduanya berjalan di atas karpet merah.
Di sepanjang jalan merah tersebut, para siswa China menyambut Putin dengan mengibaskan bendera Rusia dan China.
Kunjungan yang berlangsung pada 19–20 Mei itu menjadi kunjungan ke-25 Putin ke China dan dinilai sebagai momentum penting dalam memperkuat hubungan strategis antara kedua negara.
Kunjungan tersebut bertepatan dengan peringatan 25 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Rusia-China yang selama ini menjadi fondasi hubungan bilateral Moskow dan Beijing.
Tahun ini juga menandai 30 tahun terbentuknya kemitraan strategis koordinasi antara kedua negara.
Menurut Kementerian Luar Negeri China, Putin dan Xi Jinping akan membahas berbagai isu bilateral, termasuk penguatan kerja sama strategis, hubungan ekonomi, perdagangan, pendidikan, hingga situasi internasional dan regional yang menjadi kepentingan bersama.
“Kedua pihak akan memanfaatkan kesempatan ini untuk terus memperdalam dan meningkatkan hubungan China-Rusia, sehingga dapat memberikan lebih banyak stabilitas dan energi positif bagi dunia,” menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China, Selasa (19/5/2026).
Selain melakukan pembicaraan resmi, kedua pemimpin dijadwalkan menghadiri upacara pembukaan Tahun Pendidikan Rusia-China 2026–2027.
Setelah pertemuan tersebut, Putin dan Xi juga akan menandatangani pernyataan bersama serta sejumlah perjanjian bilateral antarpemerintah dan antarlembaga.
Baca juga: Putin Akan Temui Xi Jinping, Bahas Kerja Sama Strategis Rusia–China
Agenda kunjungan Putin juga mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri China Li Qiang untuk membahas prospek perdagangan dan kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global dan hubungan erat antara Moskow dan Beijing yang terus menjadi sorotan internasional.
Rusia dan China dalam beberapa tahun terakhir semakin memperkuat koordinasi strategis mereka di bidang ekonomi, diplomasi, energi, hingga keamanan internasional.