Lewat Mekanisme ASEAN, Pemerintah Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Thailand-Kamboja
DPR menyerukan agar konflik bersenjata yang meletus antara Thailand dan Kamboja, segera diselesaikan melalui mekanisme ASEAN.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Malvyandie Haryadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin, menyerukan agar konflik bersenjata yang meletus antara Thailand dan Kamboja, segera diselesaikan melalui mekanisme damai di bawah koordinasi ASEAN.
Purnawirawan jenderal TNI AD berpangkat Mayor Jenderal, sekaligus politikus senior dari PDI Perjuangan ini menilai keterlibatan aktif organisasi kawasan sangat penting guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan menjaga stabilitas regional.
"Karena penyebabnya soal perbatasan, saya menyarankan sebaiknya kedua kepala negara, Kamboja dan Thailand, segera diundang oleh Ketua ASEAN, yaitu Malaysia. Sekretariat ASEAN perlu difungsikan untuk memediasi dan mendamaikan kedua pihak secara regional," kata TB Hasanuddin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (27/7/2025).
Konflik bersenjata di wilayah perbatasan kedua negara meletus sejak Kamis lalu, dengan latar belakang sengketa lama di sekitar kuil Preah Vihear.
Ketegangan terbaru ini memperparah situasi yang sebelumnya telah memanas sejak peristiwa baku tembak pada Mei lalu, yang menewaskan seorang tentara Kamboja di wilayah yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud.
Bentrokan ini menewaskan sedikitnya 12 orang, termasuk 11 warga sipil dan 1 tentara Thailand.
Dilansir dari kantor berita Reuters (24/7/2025), menurut pernyataan militer Thailand, dari enam jet tempur F-16 yang disiagakan di perbatasan, satu jet meluncurkan serangan ke wilayah Kamboja dan menghancurkan target militer yang telah ditentukan.
"Kami telah menggunakan kekuatan udara terhadap target militer sesuai rencana," ujar Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Thailand, Richa Suksuwanon, kepada wartawan.
Setelah serangan ini, Thailand menutup perbatasannya dengan Kamboja.
Kementerian Pertahanan Kamboja mengecam keras serangan udara tersebut.
Mereka menyebut bahwa dua bom dijatuhkan oleh jet tempur Thailand di sebuah jalan dan menuduh Thailand telah melanggar kedaulatan mereka.
TB Hasanuddin menyatakan bahwa ASEAN perlu mempertimbangkan penyelenggaraan forum tingkat tinggi apabila situasi tidak segera mereda.
"Jika diperlukan, ASEAN harus mengadakan pertemuan khusus di tingkat kepala negara untuk menyelesaikan sengketa ini secara damai dan konstruktif," ucapnya.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, penyelesaian damai melalui ASEAN tidak hanya relevan secara geopolitik, tapi juga penting untuk menjaga soliditas internal organisasi.
Baca tanpa iklan