Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lewat Mekanisme ASEAN, Pemerintah Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Thailand-Kamboja

DPR menyerukan agar konflik bersenjata yang meletus antara Thailand dan Kamboja, segera diselesaikan melalui mekanisme ASEAN.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Lewat Mekanisme ASEAN, Pemerintah Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Thailand-Kamboja
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
KONFLIK KAMBOJA THAILAND - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. Ia menyerukan agar konflik bersenjata yang meletus antara Thailand dan Kamboja, segera diselesaikan melalui mekanisme damai di bawah koordinasi ASEAN.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin, menyerukan agar konflik bersenjata yang meletus antara Thailand dan Kamboja, segera diselesaikan melalui mekanisme damai di bawah koordinasi ASEAN

Purnawirawan jenderal TNI AD berpangkat Mayor Jenderal, sekaligus politikus senior dari PDI Perjuangan ini menilai keterlibatan aktif organisasi kawasan sangat penting guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan menjaga stabilitas regional.

"Karena penyebabnya soal perbatasan, saya menyarankan sebaiknya kedua kepala negara, Kamboja dan Thailand, segera diundang oleh Ketua ASEAN, yaitu Malaysia. Sekretariat ASEAN perlu difungsikan untuk memediasi dan mendamaikan kedua pihak secara regional," kata TB Hasanuddin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (27/7/2025).

Konflik Thailand vs Kamboja

Konflik bersenjata di wilayah perbatasan kedua negara meletus sejak Kamis lalu, dengan latar belakang sengketa lama di sekitar kuil Preah Vihear. 

Ketegangan terbaru ini memperparah situasi yang sebelumnya telah memanas sejak peristiwa baku tembak pada Mei lalu, yang menewaskan seorang tentara Kamboja di wilayah yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud.

Bentrokan ini menewaskan sedikitnya 12 orang, termasuk 11 warga sipil dan 1 tentara Thailand.

Rekomendasi Untuk Anda

Dilansir dari kantor berita Reuters (24/7/2025), menurut pernyataan militer Thailand, dari enam jet tempur F-16 yang disiagakan di perbatasan, satu jet meluncurkan serangan ke wilayah Kamboja dan menghancurkan target militer yang telah ditentukan.

"Kami telah menggunakan kekuatan udara terhadap target militer sesuai rencana," ujar Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Thailand, Richa Suksuwanon, kepada wartawan.

Setelah serangan ini, Thailand menutup perbatasannya dengan Kamboja.

Kementerian Pertahanan Kamboja mengecam keras serangan udara tersebut.

Mereka menyebut bahwa dua bom dijatuhkan oleh jet tempur Thailand di sebuah jalan dan menuduh Thailand telah melanggar kedaulatan mereka.

TB Hasanuddin menyatakan bahwa ASEAN perlu mempertimbangkan penyelenggaraan forum tingkat tinggi apabila situasi tidak segera mereda. 

"Jika diperlukan, ASEAN harus mengadakan pertemuan khusus di tingkat kepala negara untuk menyelesaikan sengketa ini secara damai dan konstruktif," ucapnya.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, penyelesaian damai melalui ASEAN tidak hanya relevan secara geopolitik, tapi juga penting untuk menjaga soliditas internal organisasi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas