Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.250, Rusia Serang Pokrovsk Bertubi-tubi
Pada perang Rusia-Ukraina hari ke-1.250, Presiden Ukraina Zelensky mengatakan Rusia menyerang Pokrovsk dengan serangan kecil namun bertubi-tubi.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Pravitri Retno W
Di Sumy, tiga orang terluka akibat serangan drone yang menghantam alun-alun kota dan merusak gedung pemerintahan daerah.
Selain itu, terjadi pemboman udara hebat di Kharkiv, mengakibatkan enam orang terluka, termasuk empat petugas penyelamat yang menjadi korban serangan ganda.
Angkatan Udara Ukraina mencatat total 208 drone dan 27 rudal diluncurkan Rusia. Pertahanan Ukraina berhasil menjatuhkan 183 drone dan 17 rudal, sementara sisanya menghantam sembilan lokasi berbeda.
Rusia Klaim Rebut Desa di Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya telah merebut dua desa lagi di Ukraina timur: Zelenyi Hai di wilayah Donetsk dan Maliivka di dalam wilayah Dnipropetrovsk.
Staf umum militer Ukraina menyebut Zelenyi Hai sebagai salah satu dari beberapa daerah garis depan yang telah diserang Rusia 11 kali dalam 24 jam terakhir.
Dikatakan pula, Maliivka adalah salah satu dari beberapa desa di mana 10 serangan Rusia telah berhasil dihentikan.
Zelensky: Rusia Serang Pokrovsk Bertubi-tubi
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan Komandan Tertinggi Ukraina, Oleksandr Syrskyi, telah mengidentifikasi wilayah Pokrovsk sebagai area yang membutuhkan "perhatian khusus" karena serangan Rusia yang terus-menerus.
Juru bicara militer Ukraina, Viktor Trehubov, mengatakan kepada televisi nasional bahwa pasukan Rusia menyerang Pokrovsk dalam "arus deras kecil" yang tak henti-hentinya.
Zelenskyy juga menyebutkan, pasukan Ukraina telah mencatat sejumlah "aksi yang berhasil" di wilayah Sumy.
Kantor berita Reuters, yang melaporkan perkembangan ini, menyatakan tidak dapat secara independen mengonfirmasi klaim dari medan perang oleh kedua belah pihak.
Rusia Targetkan Pabrik Bahan Peledak Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu, mengklaim telah menyerang fasilitas militer di Ukraina yang memproduksi komponen untuk senjata rudal, serta memproduksi amunisi dan bahan peledak.
Klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.
Zelensky menanggapi berita tersebut dengan tidak membiarkan Rusia melanjutkan serangannya.
"Tidak boleh ada keheningan sama sekali dalam menanggapi serangan semacam itu, dan drone jarak jauh Ukraina memastikan hal ini. Perusahaan militer Rusia, logistik Rusia, dan bandara Rusia harus merasakan bahwa perang Rusia memiliki konsekuensi nyata bagi mereka," kata Zelensky.
Perusahaan India Kirim Bahan Peledak ke Rusia
Sebuah perusahaan asal India yang mengirimkan bahan peledak senilai $1,4 juta ke Rusia untuk keperluan militer menyatakan pada Sabtu, mereka telah mematuhi peraturan India, dan zat tersebut ditujukan untuk kegiatan industri sipil.