Menpora Thailand Minta ASEAN Larang Kamboja Ikut SEA Games 2025
Sorawong juga menyatakan dirinya telah berdiskusi dengan Ketua Dewan SEA Games terkait rencana boikot Kamboja
Penulis:
Bobby W
Editor:
Sri Juliati
Berbagai venue utama di Bangkok sedang menjalani renovasi untuk memenuhi standar internasional.
Sementara itu, fasilitas pendukung di Chonburi dan Songkhla terus dikembangkan guna menampung 11 negara peserta dari kawasan Asia Tenggara.
Adapun Thailand sudah pernah menjadi tuan rumah SEA Games sebanyak 5 kali pada tahun: 1959, 1967, 1975, 1995, 2007.
Baca juga: Thailand Menuduh Kamboja Melanggar Gencatan Senjata, Namun Gencatan Senjata Masih Berlaku
Namun untuk penyelenggaraan SEA Games 2025 kali ini, Thailand menghadapi tantangan serius terkait partisipasi Kamboja.
Thailand yang bertindak sebagai tuan rumah dikabarkan membuka wacana melarang Kamboja ikut serta dalam ajang tersebut akibat ketegangan perbatasan yang terjadi antara kedua negara.
Pemerintah Thailand menyatakan pertimbangan ini dilakukan demi keamanan delegasi Kamboja yang berpartisipasi.
Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Dito Ariotedjo, juga mengaku terus memantau perkembangan konflik Thailand-Kamboja yang berpotensi memengaruhi partisipasi negara-negara dalam SEA Games 2025.
Pemerintah Indonesia menyatakan tetap bersiap mengikuti ajang tersebut meskipun situasi geopolitik masih belum menentu.
Sementara itu, negara-negara peserta lainnya masih menunggu keputusan resmi dari Dewan SEA Games terkait keikutsertaan Kamboja.
Isu ini menjadi pembahasan serius dalam berbagai pertemuan bilateral menjelang penyelenggaraan event.
Berbagai pihak berharap ketegangan yang terjadi tidak mengganggu semangat persaudaraan dan sportivitas yang menjadi prinsip dasar SEA Games.
Thailand sebagai tuan rumah ke-9 kalinya dalam sejarah SEA Games berkomitmen menyelenggarakan event yang sukses dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.
Berbagai upaya diplomasi sedang dilakukan untuk memastikan semua negara anggota ASEAN dapat berpartisipasi dalam ajang olahraga yang menjadi barometer prestasi olahraga di kawasan Asia Tenggara ini.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan