Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Palestina Sambut Konferensi Solusi Dua Negara di PBB, AS-Israel Memboikot

Palestina menyambut konferensi solusi dua negara di PBB, AS-Israel memboikot agenda tersebut dan menyebutnya aksi propaganda.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Palestina Sambut Konferensi Solusi Dua Negara di PBB, AS-Israel Memboikot
Foto PBB/Manuel Elias
KONFERENSI DUA NEGARA - Foto diunduh dari PBB pada Selasa (29/7/2025). Tinjauan umum sesi penutup dan pertemuan tingkat menteri bertajuk "Mewujudkan Perdamaian: Mengkonsolidasikan Hasil dan Merancang Jalan ke Depan" selama Konferensi Internasional tingkat tinggi untuk Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara pada 28 Juli 2025 di New York, Amerika Serikat. 

TRIBUNNEWS.COM - Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar konferensi solusi dua negara yang bertujuan untuk memberikan perdamaian untuk Palestina dan Israel.

Konferensi solusi dua negara tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari di markas PBB di News York dan dimulai pada Senin, 28 Juli 2025 malam.

Agenda tersebut dihadiri oleh 125-145 perwakilan negara anggota PBB.

Dikoordinasikan bersama oleh Kerajaan Arab Saudi dan Prancis, konferensi ini menjadi momen bersejarah untuk menghidupkan kembali solusi dua negara dan mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah Palestina.

Perdana Menteri Palestina, Mohamed Mustafa, dalam pidatonya menegaskan, konferensi ini membawa janji nyata kepada rakyat Palestina untuk mengakhiri ketidakadilan sejarah yang mereka alami. 

Ia menyebut agresi Israel di Jalur Gaza sebagai manifestasi paling brutal dari ketidakadilan tersebut dan menyerukan aksi nyata dari komunitas internasional.

"Konferensi ini adalah pesan kuat bahwa dunia mendukung hak-hak kami untuk hidup bebas, bermartabat, dan mendirikan negara berdaulat," ujar Mustafa.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menambahkan, perdamaian hanya bisa dicapai melalui kemerdekaan, pemenuhan hak, dan melalui penghentian pendudukan, bukan perpanjangan konflik, kehancuran, dan penolakan hak-hak Palestina.

Mustafa menggarisbawahi perlunya penyatuan Jalur Gaza dengan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, tanpa adanya pendudukan, pengepungan, permukiman ilegal, atau aneksasi. 

Ia menyampaikan kesiapan pemerintah Palestina untuk mengambil alih seluruh tanggung jawab pemerintahan di Gaza, serta menyerukan kepada Hamas untuk menghentikan kontrol bersenjata mereka dan menyerahkan senjata kepada Otoritas Palestina.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap usulan pengerahan pasukan internasional di bawah mandat Dewan Keamanan PBB untuk menjaga stabilitas dan mendukung transisi damai. 

Baca juga: Israel Melunak, Setop Pertempuran 10 Jam Sehari di Tiga Zona Guna atasi Krisis Pangan Gaza

Dalam seruannya, Mustafa menekankan pentingnya penghentian segera perang di Gaza, pembebasan sandera dan tahanan, serta penarikan penuh pasukan pendudukan Israel.

Pemerintah Palestina, kata Mustafa, siap melakukan reformasi besar demi membangun lembaga yang kuat dan transparan. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Arab Saudi dan Prancis atas kepemimpinan mereka, serta kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dan badan-badan internasional atas komitmen mereka, lapor Al Jazeera.

AS dan Israel Memboikot

Amerika Serikat (AS) yang merupakan salah satu anggota pemegang hak veto di PBB, mendukung sekutunya, Israel, yang mengecam konferensi solusi dua negara di PBB.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas