Daftar Negara dengan Sistem Peringatan Dini Tsunami Terbaik di Dunia: Indonesia Punya InaTEWS
Inilah daftar negara yang terdepan dalam sistem peringatan dini tsunami, Indonesia punya InaTEWS
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Pravitri Retno W
Sebagai respons, pemerintah India mendirikan Indian Tsunami Early Warning Centre (ITEWC) untuk memberikan peringatan dini ke seluruh kawasan Samudra Hindia.
India kini menjadi negara pertama di dunia yang memiliki kemampuan memprediksi risiko tsunami di wilayah pesisir secara waktu nyata, termasuk tinggi gelombang dan lokasi bangunan rentan yang kemungkinan terdampak.
Bagaimana dengan Indonesia?
Meskipun tidak disebutkan dalam laporan UNDRR, Indonesia telah memiliki sistem peringatan dini tsunami yang dinamakan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).
Dikutip dari laman Sustainable Development Goals PBB, sdgs.un.org, InaTEWS merupakan program operasional Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bagian dari tugas pemerintah dalam menyediakan layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika — termasuk peringatan dini dan informasi publik.
BMKG juga bertugas menyediakan layanan informasi tsunami di bawah koordinasi UNESCO/IOC kepada negara-negara anggota di kawasan Samudra Hindia.
Tujuan InaTEWS antara lain:
- Memberikan peringatan dini kepada masyarakat pesisir saat terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami.
- Meningkatkan kerja sama antarlembaga dan pemerintah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan akurasi sistem peringatan dini.
- Mengembangkan teknologi TEWS dengan menggunakan peralatan seperti stasiun cuaca atau radar gelombang laut yang menyuplai data suhu laut, angin, dan tinggi gelombang, untuk mendukung prakiraan cuaca serta informasi perubahan iklim dan dampaknya.
Early Warnings for All
Pada Maret 2022, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres meluncurkan inisiatif "Peringatan Dini untuk Semua" (Early Warnings for All).
Guterres menyoroti, sekitar 700 juta orang di seluruh dunia masih berisiko terdampak tsunami.
Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan perlindungan universal dari kejadian hidrometeorologis, klimatologis, dan lingkungan lainnya melalui sistem peringatan dini multi-bahaya yang menyelamatkan nyawa, memungkinkan tindakan antisipatif, dan memperkuat ketahanan.
Target waktu inisiatif ini adalah akhir tahun 2027.
Empat Pilar Peringatan Dini untuk Semua:
- Pengetahuan Risiko Bencana – dipimpin oleh UNDRR
- Deteksi, Observasi, Pemantauan, Analisis, dan Prakiraan – dipimpin oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO)
- Penyebaran dan Komunikasi Peringatan – dipimpin oleh Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU)
- Kesiapsiagaan dan Kapasitas Respons – dipimpin oleh Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC)
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan