Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.254: Beli Minyak Rusia, India Kena Sanksi Tarif AS
Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.254, Trump mengancam India dengan tarif dagang 25 persen karena dinilai membantu Rusia dengan membeli minyak Rusia.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.254 pada Kamis (31/7/2025), memperpanjang perang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Dalam perkembangan di lapangan, militer Ukraina melaporkan adanya serangan pesawat tak berawak Rusia di Kyiv pada Kamis dini hari.
Puing-puing dari pesawat tanpa awak yang jatuh ditemukan di beberapa lokasi di distrik Solomyanskyi di kota tersebut.
Ukraina mencatat ada delapan orang terluka akibat serangan pesawat nirawak Rusia, dua di antaranya anak-anak.
Di arah Novopavlivka, Pasukan Pertahanan Ukraina memukul mundur pasukan Rusia ke posisi sebelumnya, yang mencoba maju menuju pemukiman Temyrivka di wilayah Zaporizhia, lapor Suspilne.
Kremlin Kebal Hadapi Sanksi dari AS
Pemerintahan Rusia di Krelim memantau Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam akan memberikan sanksi berat terhadap Rusia jika Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menghentikan perang di Ukraina dalam waktu dekat.
Kremlin mengatakan Rusia memperoleh kekebalan terhadap tindakan tersebut berkat pengalaman panjang.
Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa Amerika Serikat akan mulai mengenakan tarif dan tindakan lainnya terhadap Rusia dalam 10 hari jika Moskow tidak menunjukkan kemajuan dalam mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun di Ukraina.
"Kami telah hidup di bawah sejumlah besar sanksi untuk waktu yang cukup lama, ekonomi kami beroperasi di bawah sejumlah besar pembatasan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada para wartawan, Rabu (30/7/2025).
"Oleh karena itu, tentu saja, kami telah mengembangkan kekebalan tertentu dalam hal ini, dan kami terus mencatat semua pernyataan yang datang dari Presiden Trump, dari perwakilan internasional lainnya mengenai masalah ini," lanjutnya.
Baca juga: Trump Ultimatum Rusia: Batas Waktu Berdamai dengan Ukraina Cuma Sampai 8 Agustus
AS-Ukraina Setujui Prinsip Dasar untuk Perjanjian Senjata
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Rabu bahwa ia telah menyetujui prinsip-prinsip kunci untuk perjanjian senjata skala besar dengan Amerika Serikat.
"Ini adalah perjanjian skala besar, yang telah saya bahas dengan Presiden Trump, dan saya sangat berharap kita dapat mengimplementasikan semuanya," kata Zelensky dalam pidato video malam harinya kepada rakyat.
Ia menambahkan bahwa hal itu akan memperkuat kedua negara. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut, dikutip dari The Guardian.
Ukraina Tangkap Perwira yang Dituduh Jadi Mata-mata Rusia
Badan Keamanan Dalam Negeri Ukraina (SBU) menahan seorang perwira angkatan udara atas tuduhan memata-matai Rusia dengan membocorkan lokasi jet tempur F-16 dan Mirage 2000 yang berharga.
Perwira yang tidak disebutkan namanya tersebut, seorang instruktur penerbangan berpangkat mayor, dituduh membantu Rusia untuk melakukan serangan.
Baca tanpa iklan