Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gunung Berapi di Kamchatka, Rusia, Meletus untuk Pertama Kalinya dalam 600 Tahun

Gunung Berapi Krasheninnikov Rusia meletus untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun. Adakah hubungannya dengan gampa pekan lalu?

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Gunung Berapi di Kamchatka, Rusia, Meletus untuk Pertama Kalinya dalam 600 Tahun
Tangkap layar X TASS
ERUPSI GUNUNG KRASHENINNIKOV - Tangkap layar X TASS, memperlihatkan erupsi gunung berapi Rusia di Kamchatka, Minggu 3 Agustus 2025. Erupsi ini terjadi kurang dari seminggu gempa bermagnitudo 8,8 yang memicu peringatan tsunami di seluruh Samudra Pasifik pekan lalu. 

Titik Panas di Cincin Api Pasifik

Kamchatka terletak tepat di Cincin Api Pasifik, zona seismik aktif yang mengelilingi Samudra Pasifik dan bertanggung jawab atas sebagian besar gempa bumi serta letusan gunung berapi di dunia.

Gempa terkuat yang pernah tercatat di kawasan ini terjadi pada tahun 1952, dengan magnitudo 9,0  dan memicu tsunami besar.

Daratan yang Dulu Terlarang

Selama era Soviet, Kamchatka tertutup bagi orang asing karena kepentingannya yang strategis secara militer.

Bahkan hingga kini, wilayah ini tetap terpencil, sekitar delapan jam penerbangan dari Moskow dan dipisahkan oleh sembilan zona waktu.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Kamchatka mulai menarik perhatian berkat keajaiban alamnya dan berbagai penemuan ilmiah.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada tahun 1997, UNESCO menetapkan lanskap vulkanik Kamchatka sebagai Situs Warisan Dunia.

Sejak saat itu, para ahli geologi telah menemukan berbagai mineral langka di wilayah ini, termasuk petrovite, senyawa berwarna biru cerah yang ditemukan di dekat lubang vulkanik aktif.

"Di sinilah Anda mungkin menemukan satu atau dua mineral baru setiap bulan," kata Joël Brugger, profesor geosains di Universitas Monash, dalam wawancara dengan BBC.

Kamchatka juga kaya akan sumber daya alam seperti emas, tungsten, platinum, dan pirit.

Dalam sebuah bab sejarah Perang Dingin yang kurang dikenal, Uni Soviet bahkan menggunakan semenanjung ini untuk menguji wahana penjelajah bulan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas