Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rusia Rugi Besar, tapi Masih Bisa Rekrut 9.000 Tentara per Bulan, Ukraina Kewalahan

Panglima tertinggi Ukraina mengatakan Rusia rugi besar namun masih bisa merekrut 9.000 tentara per bulan, termasuk tentara bayaran asing.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Rusia Rugi Besar, tapi Masih Bisa Rekrut 9.000 Tentara per Bulan, Ukraina Kewalahan
Foto oleh Sergei Bulkin, TASS/Kremlin
PUTIN DAN TENTARA - Foto ini diambil dari laman Presiden Rusia pada Rabu (6/8/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) berdiri di antara pada prajurit di upacara peletakan karangan bunga di Makam Prajurit Tak Dikenal di Moskow pada 22 Juni 2025. Pada 5 Agustus 2025, Ukraina mengatakan Rusia menderita kerugian besar tapi masih bisa merekrut 9.000 prajurit. 

Ia didakwa sebagai tentara bayaran yang menyusup ke Rusia secara ilegal dan bertempur untuk Ukraina—dengan pengakuan bahwa ia mendapat bayaran atas keterlibatannya. 

Ia kemudian menghadapi tuduhan terorisme dan kegiatan sebagai tentara bayaran menurut hukum Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin memulai perangnya di Ukraina pada 24 Februari 2022.

Perang Rusia di Ukraina merupakan buntut panjang dari ketegangan antara Ukraina dan Rusia sejak pecahnya Uni Soviet pada Desember 1991.

Dalam pidato setelah meluncurkan invasinya, Putin mengklaim hal itu bertujuan untuk menghilangkan kemampuan militer Ukraina yang dianggap mengancam Rusia, menyingkirkan unsur "neo-Nazi" yang dituduh ada dalam pemerintahan Ukraina.

Putin juga membenarkan invasinya untuk membela etnis Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk dari dugaan penindasan.

Selain itu, Rusia ingin mencegah Ukraina bergabung dengan aliansi NATO atau menjadi basis Barat, dan menolak keberadaan militer NATO di perbatasan Rusia.

Rekomendasi Untuk Anda

Putin menuduh Ukraina sedang mempersiapkan senjata nuklir dan akan bergabung dengan NATO, yang menurutnya akan mengubah Ukraina menjadi ancaman langsung bagi Rusia, sehingga ia merasa wajib mengambil tindakan preventif, lapor iNews.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas