Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Netanyahu Gelar Serangan Pamungkas, Perintahkan IDF Hancurkan Dua Benteng Hamas

Dengan dalih melemahkan kekuatan Hamas, Netanyahu perintahkan IDF untuk bongkar dua benteng terakhir Hamas yang ada di Kota Gaza dan Al Mawasi.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Netanyahu Gelar Serangan Pamungkas, Perintahkan IDF Hancurkan Dua Benteng Hamas
Faceboook PM Israel
NETANYAHU BERPIDATO - Foto ini diambil dari Faceboook PM Israel pada Kamis (19/6/2025), PM Netanyahu perintahkan IDF untuk bongkar dua benteng terakhir Hamas yang ada di Kota Gaza dan Al Mawasi. Dengan menghancurkan titik pertahanan terakhir Hamas, Netanyahu berharap bisa menekan kelompok itu untuk menyerah atau menukar sandera. 

Menurutnya pengambilalihan penuh Kota Gaza adalah satu-satunya cara untuk memastikan pembebasan 50 sandera yang masih ditawan berjalan dengan aman karena jalur Gaza tidak lagi menjadi basis kekuatan bersenjata Hamas.

 “Tujuan kami bukan untuk menduduki Gaza, tetapi membebaskannya dari teroris Hamas,” tegas Netanyahu.

“Perang ini bisa berakhir besok jika Hamas meletakkan senjata dan membebaskan seluruh sandera.” imbuhnya.

Israel Siapkan Pihak Ketiga Untuk Ambil Alih Gaza

Namun Netanyahu menegaskan setelah menguasai penuh Gaza, ia akan menyiapkan pihak ketiga untuk ambil alih pemerintahan Gaza yang saat ini dikuasai kelompok Hamas.

"Kami tidak ingin menjadi pemerintahan permanen di Gaza. Kami tidak ingin mempertahankannya. Kami ingin memiliki perimeter keamanan, tapi bukan mengelola wilayah itu," ujar Netanyahu.

Netanyahu tidak memberikan rincian siapa sebenarnya pihak ketiga yang akan mengambil alih pemerintahan Gaza pasca-operasi militer.

Hal ini memicu spekulasi luas di kalangan analis politik dan komunitas internasional. Beberapa kemungkinan yang beredar mencakup Pemerintah Otoritas Palestina (PA) yang saat ini memerintah di Tepi Barat, meskipun PA memiliki hubungan yang tegang dengan Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian ada Koalisi internasional atau pengelolaan sementara oleh badan multilateral di bawah pengawasan PBB atau negara Arab.

Serta Badan sipil lokal yang diawasi dari luar oleh negara-negara mitra Israel atau negara-negara kawasan

Kendati demikian organisasi kemanusian PBB memperingatkan, skema ini berpotensi menciptakan krisis pengungsi besar-besaran.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas