Sosok Albanese, Pemimpin Australia yang Berani Akui Palestina dan Tegur Netanyahu
PM Australia Albanese kritik Netanyahu soal Gaza, umumkan pengakuan Palestina demi hentikan krisis kemanusiaan.
Editor:
Glery Lazuardi
Ia berasal dari Partai Buruh dan dikenal sebagai politisi progresif dengan latar belakang kelas pekerja.
Profil Singkat
Lahir: 2 Maret 1963, Camperdown, New South Wales
Partai: Partai Buruh Australia
Pendidikan: Sarjana Ekonomi dari University of Sydney
Karier Politik:
Anggota parlemen sejak 1996
Pernah menjabat sebagai Menteri Infrastruktur dan Transportasi
Pemimpin Partai Buruh sejak 2019
Anthony Albanese menjadi sorotan dunia karena sikap beraninya terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terkait krisis kemanusiaan di Gaza.
Australia di bawah kepemimpinan Albanese berencana mengakui negara Palestina secara resmi pada Sidang Umum PBB bulan September 2025.
Langkah ini diambil bersama negara-negara seperti Prancis, Inggris, dan Kanada, sebagai bentuk tekanan terhadap Israel agar menghentikan agresi.
Keputusan ini mendapat dukungan luas dari publik Australia, termasuk demonstrasi besar-besaran di Sydney. Namun, juga menuai kritik dari oposisi dan komunitas Yahudi, yang menilai pengakuan Palestina bisa merusak hubungan Australia–AS.
Anthony Albanese dianggap istimewa dalam sikapnya terhadap Palestina dan Israel karena keberaniannya mengambil posisi yang tegas dan tidak biasa bagi seorang pemimpin negara Barat.
Hal ini, tak lepas karena dia lahir dari keluarga kelas pekerja di Sydney, dibesarkan oleh ibu tunggal. Ini membentuk keberanian tersebut.
Baca tanpa iklan