Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perundingan Alaska Berisiko, Ukraina Yakin Putin Akan Perdaya Trump

Ukraina skeptis terhadap pertemuan Trump–Putin di Alaska. Mereka yakin Putin akan memanfaatkan momen untuk menipu dan menguatkan posisi.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Perundingan Alaska Berisiko, Ukraina Yakin Putin Akan Perdaya Trump
EPA/Tangkap Layar
TRUMP DAN PUTIN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin dalam sebuah konferensi internasional pada 2017 silam. Rusia dinilai memiliki agenda besar untuk merangkul AS dengan menjadikan Ukraina sebagai alat tawar dalam perundingan gencatan senjata. Ukraina skeptis terhadap pertemuan Trump–Putin di Alaska. Mereka yakin Putin akan memanfaatkan momen untuk menipu dan menguatkan posisi. (EPA/Tangkap Layar) 

TRIBUNNEWS.COM – Warga dan militer Ukraina menyuarakan kekhawatiran menjelang pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus di Alaska.

Warga Ukraina meyakini perundingan tersebut berisiko besar dan dapat dimanfaatkan oleh Putin untuk memperdaya Trump demi keuntungan militer dan diplomatik.

Konflik Rusia-Ukraina dimulai setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, ketika Ukraina mendeklarasikan kemerdekaannya.

Ketegangan meningkat drastis setelah Revolusi Euromaidan 2014, yang mendorong Rusia mencaplok Krimea dan mendukung separatis di Donbas.

Konflik ini akhirnya meletus menjadi invasi skala penuh oleh Rusia pada Februari 2022.

Taras, seorang prajurit Ukraina berpengalaman, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Putin akan mencoba meyakinkan Trump bahwa Ukraina-lah yang tidak menginginkan perdamaian.

Ia juga menilai bahwa Putin ingin memanfaatkan citra Trump sebagai pembawa damai untuk menghindari sanksi ekonomi lebih lanjut.

Rekomendasi Untuk Anda

“Putin benar-benar yakin bahwa hingga musim dingin ini, ia akan merebut sesuatu yang besar, atau bahwa pasukannya akan menerobos garis depan dan akan mendikte persyaratan bagi Ukraina,” ujar Taras, yang merahasiakan nama belakangnya sesuai protokol masa perang.

Pertemuan ini bertujuan untuk membahas masa depan konflik Rusia–Ukraina, dengan fokus utama pada kemungkinan tercapainya kesepakatan damai melalui pertukaran wilayah.

Trump, yang dikenal dengan pendekatan negosiasi langsung, menyatakan bahwa akan ada “pertukaran wilayah untuk kebaikan kedua belah pihak.”

Meski belum merinci wilayah mana yang akan dipertimbangkan, pernyataan tersebut memicu spekulasi luas di kalangan diplomat dan analis geopolitik.

Baca juga: Gagasan Donald Trump Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia, Picu Gejolak dan Kecemasan

Pemilihan Alaska sebagai lokasi pertemuan bukanlah kebetulan.

Secara geografis, Alaska berbatasan langsung dengan Rusia melalui Selat Bering, menjadikannya tempat yang strategis dan simbolis.

Kremlin menyebut lokasi ini sebagai pilihan yang logis dan netral, mencerminkan niat kedua negara untuk berdialog secara terbuka.

KTT ini juga menandai pertemuan tatap muka pertama antara Presiden AS dan Rusia yang sedang menjabat sejak pertemuan Biden–Putin di Jenewa pada tahun 2021.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas