Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Duduk Perkara Perang Ukraina: Dari Invasi Rusia hingga Pertemuan Trump–Putin di Alaska

Trump dan Putin bertemu di Alaska bahas akhir perang Ukraina. Zelensky tak diundang, dunia menanti arah diplomasi baru.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Duduk Perkara Perang Ukraina: Dari Invasi Rusia hingga Pertemuan Trump–Putin di Alaska
Kolase Tribunnews
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Joint Base Elmendorf-Richardson, Alaska, untuk KTT bersejarah membahas akhir konflik Ukraina tanpa kehadiran Presiden Zelensky. 

Di saat bersamaan, kelompok separatis pro-Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk memulai pemberontakan bersenjata, didukung oleh Moskow.

Ukraina menuduh Rusia mengirim pasukan dan senjata ke wilayah timur, meski Rusia membantah keterlibatan langsung.

Ukraina menunjukkan keinginan bergabung dengan Uni Eropa dan NATO, yang dianggap Rusia sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya.

Prospek berdirinya pangkalan militer NATO di perbatasan Rusia menjadi pemicu utama agresi Moskow.

Pada 24 Februari 2022, Rusia melancarkan invasi militer besar-besaran ke Ukraina. Serangan dimulai dengan ledakan di Kyiv, Kharkiv, Odessa, dan Mariupol.

Rusia menyebut operasi ini sebagai “demiliterisasi dan denazifikasi,” sementara dunia internasional menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

Konflik ini memperburuk hubungan Rusia dengan Barat, terutama Amerika Serikat dan Uni Eropa. Sanksi ekonomi besar-besaran dijatuhkan kepada Rusia. Perang ini juga memicu krisis energi, pangan, dan migrasi di berbagai belahan dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

Amerika Serikat terlibat dalam konflik Rusia–Ukraina karena sejumlah alasan strategis, historis, dan geopolitik yang saling berkaitan. Berikut penjelasan lengkapnya:

Mengapa Amerika Serikat Terlibat dalam Konflik Rusia–Ukraina?

1. Peran sebagai Negara Adidaya

Sejak berakhirnya Perang Dingin, AS memposisikan diri sebagai pemimpin dunia demokratis dan penyeimbang kekuatan otoriter seperti Rusia dan Tiongkok.

AS merasa bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas global dan mencegah ekspansi kekuasaan Rusia di Eropa Timur.

2. Dukungan terhadap Ukraina

AS mendukung Ukraina sebagai negara merdeka dan berdaulat, terutama setelah invasi Rusia ke Krimea pada 2014 dan serangan besar-besaran pada 2022.

Dukungan ini mencakup bantuan militer, ekonomi, dan diplomatik agar Ukraina bisa mempertahankan diri dari agresi Rusia.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas