Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.270, Trump Berharap Putin-Zelensky Segera Bertemu
Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.270, setelah KTT Alaska, Presiden AS Trump mengatakan Presiden Rusia Putin dan Presiden Ukraina Zelensky akan bertemu.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
Ukraina menyatakan telah melancarkan serangan pesawat nirawak jarak jauh terhadap sebuah kapal pasokan yang diklaim membawa komponen pesawat nirawak dari Iran, beberapa jam sebelum KTT Trump-Putin.
Foto-foto menunjukkan sebuah kapal kargo yang sebagian tenggelam di Olya, dekat Astrakhan, di utara Laut Kaspia.
Militer Ukraina mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan pengeboman semalam terhadap sebuah kilang minyak di Samara di Sungai Volga, jauh di dalam wilayah Rusia.
Staf umum Ukraina menyatakan bahwa kapal tersebut dimuat dengan komponen untuk pesawat nirawak jenis Shahed dan amunisi dari Iran.
Rusia Luncurkan Rudal Balistik ke Dnipro
Rusia meluncurkan rudal balistik ke wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina, beberapa jam sebelum KTT Trump-Putin, menewaskan satu orang dan melukai setidaknya satu orang lainnya, serta menyebabkan kebakaran.
"Sebuah truk dan sebuah minibus rusak dalam serangan bermusuhan di distrik Dnipro. Seorang pria tewas. Satu orang lainnya terluka," ujar gubernur wilayah tersebut, Serhiy Lysak, di Telegram.
Kota Dnipro merupakan pusat logistik bagi pasukan Ukraina.
Ukraina Rebut Enam Desa di Wilayah Timur
Militer Ukraina menyatakan telah merebut kembali enam desa di wilayah timur yang direbut Rusia dalam operasi gabungan minggu ini.
Pada hari Selasa, Rusia bergerak cepat menuju kota Dobropillia, menembus pertahanan Ukraina.
"Serbuan musuh dihentikan oleh pasukan Korps 1 Garda Nasional Ukraina (NGU) 'Azov', bersama dengan unit-unit di sekitarnya dan di bawahnya, selama tiga hari terakhir," menurut pernyataan staf umum Ukraina pada hari Jumat.
Kota tersebut kini terus-menerus diserang drone dan granat Rusia.
Inteljien Ukraina: Rusia Uji Coba Rudal Jelajah Nuklir Terbaru
Intelijen militer Ukraina mengklaim bahwa Rusia sedang mempersiapkan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir barunya dan, jika berhasil, berencana menggunakan hasilnya untuk memperkuat posisi negosiasinya dengan Barat.
Juru bicara intelijen militer Andriy Yusov mengatakan kepada Reuters bahwa Moskow memandang uji coba tersebut sebagai daya ungkit diplomatik.
"Rusia sedang mempersiapkan putaran uji coba berikutnya untuk 9M730 Burevestnik," bunyi pernyataan tersebut pada hari Jumat.
"Tujuan uji coba ini adalah untuk memvalidasi solusi ilmiah dan teknis yang diterapkan oleh rudal tersebut. Jika berhasil, Rusia akan memanfaatkan hasil uji coba tersebut untuk mempertahankan kepentingannya dalam negosiasi," lanjutnya.
139 Bentrokan Terjadi di Garis Depan dalam 24 Jam Terakhir
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan pada hari ini bahwa kemarin terjadi 139 bentrokan di garis depan dalam sehari.
Pada hari Jumat, pasukan Rusia melancarkan dua serangan rudal dan 111 serangan udara terhadap unit dan permukiman Ukraina, menggunakan tiga rudal dan menjatuhkan 213 bom berpemandu.
Selain itu, mereka melancarkan 6.045 serangan, termasuk 98 serangan dari beberapa peluncur roket, dan menggunakan 5.659 pesawat tanpa awak kamikaze untuk menghancurkannya.
Serangan udara dilakukan, khususnya, di wilayah pemukiman Zhykhove dan Boyaro-Lezhachi di wilayah Sumy; Krasny Khutir di wilayah Chernihiv; Bilogirya di wilayah Zaporizhia; dan Mykolaivka di wilayah Kherson, lapor Suspilne.
Selama 24 jam terakhir, pasukan penerbangan, pasukan rudal, dan artileri Angkatan Pertahanan telah menyerang sepuluh area konsentrasi personel, senjata, dan peralatan militer, tiga pos komando, satu depot amunisi, dan tiga sistem artileri pasukan Rusia.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)