Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Politisi Muda Jepang Ajak Dunia Boikot Produk Made in China

Hirano merupakan politisi independen termuda yang mencalonkan diri pada pemilu majelis tinggi Jepang, 20 Juli 2025.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Politisi Muda Jepang Ajak Dunia Boikot Produk Made in China
Foto Richard Susilo
ANTI-CHINA - Hirano Uryu (31), politisi muda asal Jepangmengimbau masyarakat Jepang dan dunia untuk tidak membeli produk Made in China jika tidak ingin melihat dominasi ekonomi maupun politik China semakin meluas 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Politisi muda Jepang, Hirano Uryu (nama asli Suzuko Ogino), mengimbau masyarakat Jepang dan dunia untuk tidak membeli produk Made in China jika tidak ingin melihat dominasi ekonomi maupun politik China semakin meluas.

“China saat ini sudah menjadi negara terkuat nomor dua setelah Amerika Serikat. Sikapnya jelas menunjukkan ambisi untuk menguasai banyak wilayah. Karena itu, mari mulai dengan memboikot produk Made in China agar kita tidak dijajah China di masa depan,” ujar Hirano saat diwawancarai Tribunnews.com, Senin (18/8/2025).

Hirano merupakan politisi independen termuda yang mencalonkan diri pada pemilu majelis tinggi Jepang, 20 Juli 2025.

Meski tidak berafiliasi dengan partai mana pun, ia berhasil meraih 235.411 suara di Tokyo dan menempati posisi ke-12.

Capaian itu menjadi kejutan besar karena mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Baca juga: Ketegangan Belum Reda, Politisi Anti China Terpilih Jadi Presiden Taiwan

Lahir di Prefektur Chiba pada 31 Januari 1994, Hirano menegaskan bahwa dirinya asli Jepang, baik dari pihak ayah, ibu, maupun kakek-nenek.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia membantah rumor yang menyebutkan dirinya memiliki darah Hong Kong atau China.

“Itu tidak benar. Dua generasi keluarga saya semuanya asli Jepang. Rumor semacam itu hanyalah upaya lawan politik untuk menjatuhkan saya,” tegasnya.

Terkait boikot produk China, Hirano beralasan bahwa setiap pembelian produk dari negeri tirai bambu akan semakin memperkuat ekonomi China.

“Saya juga memohon masyarakat Indonesia dan negara lain agar tidak membeli produk Made in China. Kalau dibiarkan, ekonomi China akan semakin kuat, lalu seenaknya menekan bangsa lain. Lihat saja Tibet, Mongolia, Uighur, dan mungkin sebentar lagi Taiwan. Ini sangat berbahaya,” katanya.

Sebagai alternatif, Hirano mendorong masyarakat tiap negara untuk lebih mencintai produk dalam negeri.

“Kalau di Indonesia, belilah produk buatan Indonesia. Jangan produk China. Itu cara terbaik untuk melindungi kedaulatan ekonomi bangsa,” tambahnya.

Hirano mengakui dirinya memang dikenal sebagai politisi antiChina.

Tahun lalu ia bahkan sempat ditolak masuk Hong Kong dan dipulangkan ke Tokyo setelah ditahan selama 12 jam.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas