Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Poin Proposal Gencatan Senjata Sementara Hamas-Israel: Bahas Pembebasan Sandera hingga Jeda Perang

Hamas terima proposal gencatan senjata sementara dengan Israel, ini daftar poin kesepakatannya mulai dari pembebasan sandera hingga jeda perang

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 5 Poin Proposal Gencatan Senjata Sementara Hamas-Israel: Bahas Pembebasan Sandera hingga Jeda Perang
Anews/File
SAYAP MILITER HAMAS - Seorang petempur Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas, dalam sebuah parade militer beberapa waktu lalu di Jalur Gaza. Hamas menyatakan siap terima proposal gencatan senjata sementara dengan Israel, ini daftar poin kesepakatannya mulai dari pembebasan sandera hingga jeda perang. 

2. Pertukaran Tawanan dan Sandera secara Bertahap

Hamas berkomitmen melepas sebagian sandera Yahudi (sekitar setengah dari jumlah yang tersisa), termasuk 10 sandera yang masih hidup dan melibatkan jasad sejumlah lainnya.

Sementara itu Israel akan membebaskan 150–1900 tahanan Palestina sebagai imbalannya.

3. Penarikan Pasukan Israel

Selama proses gencatan senjata, Israel akan diminta menata ulang posisi militernya—menarik pasukan dari wilayah padat penduduk dan memindahkan mereka mendekati perbatasan, sehingga akses kemanusiaan dapat dimaksimalkan.

4. Pembukaan Jalur Bantuan Kemanusiaan

 Kesepakatan ini mencakup fasilitasi masuknya bantuan mendesak seperti obat-obatan, bahan bakar, dan logistik oleh PBB dan lembaga internasional, melalui pintu-pintu masuk seperti Rafah atau perbatasan lain.

Rekomendasi Untuk Anda

5. Perundingan untuk Gencatan Senjata Permanen

Selama masa jeda 60 hari, dimulai perundingan intensif untuk mencapai perjanjian berkelanjutan, termasuk isu seperti penarikan pasukan, penghentian blokade, dan rekonstruksi.

Pejabat Mesir Konfirmasi Sikap Hamas

Seorang pejabat resmi Mesir mengonfirmasi bahwa Hamas telah menerima proposal gencatan senjata yang dirancang bersama oleh Qatar dan Mesir, dengan dukungan Amerika Serikat.

Langkah ini dipandang sebagai pintu masuk menuju kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri perang yang telah melanda Gaza sejak 2023.

Mengutip laporan Reuters, pejabat Mesir menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut akan mencakup penangguhan sementara seluruh aktivitas militer selama 60 hari.

Dalam periode itu, rencana pertukaran tahanan akan dilakukan: Hamas akan membebaskan setengah dari tawanan Israel yang ditahan di Gaza, sementara Israel akan melepaskan sejumlah tahanan Palestina.

Sementara itu, penasihat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Dmitri Gendelman, juga membenarkan bahwa pemerintah Israel telah menerima tanggapan resmi Hamas melalui para mediator.

Meski demikian, Tel Aviv belum memberikan sinyal jelas apakah mereka sepenuhnya menyetujui ketentuan yang ditawarkan.

(Tribunnews/Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas