Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Netanyahu Sebut PM Australia Anthony Albanese Lemah dan Mengkhianati Israel

Perdana Menteri Israel menyebut Anthony Albanese sebagai "politisi lemah" yang "mengkhianati Israel

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Muhammad Barir
zoom-in Netanyahu Sebut PM Australia Anthony Albanese Lemah dan Mengkhianati Israel
Facebook Perdana Menteri Israel
NETANYAHU BERPIDATO - Foto ini diambil dari Facebook Perdana Menteri Israel memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam konferensi pers pada hari Minggu (10/8/2025). Baru-baru ini, Netanyahu menyebut Anthony Albanese sebagai "politisi lemah" yang "mengkhianati Israel dan menelantarkan warga Yahudi Australia". 

Benjamin Netanyahu Sebut PM Australia Anthony Albanese Politisi Lemah dan Mengkhianati Israel

TRIBUNNEWS.COM- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Anthony Albanese sebagai "politisi lemah" yang "mengkhianati Israel dan menelantarkan warga Yahudi Australia".

Postingan di media sosial dari Benjamin Netanyahu merupakan peningkatan terbaru dalam ketegangan antara Israel dan Australia.

Pemimpin Oposisi Sussan Ley mengatakan perkembangan tersebut merupakan "insiden diplomatik yang meresahkan". 

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah melancarkan serangan pribadi yang luar biasa terhadap Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, dengan mengklaim bahwa ia telah "mengkhianati" Israel.

Postingan di media sosial tersebut merupakan peningkatan terbaru dalam ketegangan antara Israel dan Australia, dan antara kedua pemimpin secara pribadi.

"Sejarah akan mengingat Albanese apa adanya: seorang politisi lemah yang mengkhianati Israel dan menelantarkan kaum Yahudi Australia," ujar Netanyahu dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid mengecam Tn. Netanyahu atas serangan pribadinya.

"Hal yang paling memperkuat seorang pemimpin di dunia demokrasi saat ini adalah konfrontasi dengan Netanyahu, pemimpin paling beracun secara politik di dunia Barat," tulisnya di X.

"Tidak jelas mengapa Bibi terburu-buru memberikan hadiah ini kepada Perdana Menteri Australia."

 

Baca juga: HUT RI, Indonesia Kirim 17,8 Ton Bantuan Lewat Udara untuk Warga Palestina

 

 

 

 

"Insiden Diplomatik yang Meresahkan"

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas