Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rusia Kembali Bombardir Ukraina Sehari setelah Pertemuan Trump dan Zelensky

Serangan ini terjadi beberapa saat setelah pertemuan Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan para pemimpin Eropa kelar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Rusia Kembali Bombardir Ukraina Sehari setelah Pertemuan Trump dan Zelensky
Tangkap Layar Instagram resmi Walikota Kremenchuk, Vitalij Maletskij @vitalii_maletskyi
UKRAINA DISERANG RUSIA - Unggahan Wali Kota Kremenchuk, Vitalij Maletskij pada Selasa (19/8/2025) yang menyebut serangan terbaru Rusia ini adalah tanda bahwa Presiden Vladimir Putin tidak menginginkan perdamaian. 

Dapat dipastikan, tidak ada warga yang akan dibiarkan tanpa bantuan dan dukungan!

Dunia sekali lagi menyadari bahwa Putin tidak benar-benar menginginkan perdamaian—ia justru berambisi menghancurkan Ukraina.

Namun, untuk setiap kejahatan yang dilakukannya, ia harus mempertanggungjawabkan. Karena kami tidak akan pernah lupa dan memaafkan!

Kami tetap mempertahankan barisan! Semua akan kembali menjadi milik Ukraina!

Laporan Kerusakan

Adapun menurut laporan Angkatan Udara Ukraina, Serangan bombardemen terhadap kota Kremenchuk ini merupakan serangan terbesar yang dilakukan Rusia kepada Ukraina sepanjang bulan Agustus 2025. 

Melalui laporan yang sama, militer Ukraina menyebut Moskow telah meluncurkan 270 drone dan 10 rudal selama bulan Agustus ini.

Meskipun mereka menyatakan telah berhasil menjatuhkan 230 drone Rusia, pihak Ukraina mengatakan masih ada 16 unit yang lolos dan menimpa wilayah kedaulatan negara mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sementara upaya keras untuk memajukan perdamaian sedang berlangsung di Washington, D.C.... Moskow terus melakukan hal yang bertentangan dengan perdamaian: lebih banyak serangan dan kehancuran," tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha di platform X.

Baca juga: Ukraina Ledakkan Kereta Rusia Pengangkut Bahan Bakar, Hancurkan Jalur Kereta Api di Zaporizhzhia

Gubernur wilayah Poltava, tempat Kremenchuk berada, menyatakan tidak ada korban jiwa akibat serangan terbaru Rusia tersebut, namun demikian, hampir 1.500 rumah tangga kehilangan aliran listrik.

Kementerian Energi Ukraina menyatakan serangan tersebut merusak fasilitas energi yang mereka miliki hingga membuat kebakaran besar.

Di lain pihak, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangannya di wilayah Kremenchuk ditujukan untuk merusak salah satu kilang minyak yang turut memasok energi bahan bakar bagi militer Ukraina

Kremenchuk sendiri merupakan salah satu lokasi kilang minyak terbesar di Ukraina.

Pejabat Rusia juga mengklaim serangan drone Ukraina pada malam hari menyebabkan kebakaran di sebuah kilang minyak dan atap rumah sakit di wilayah Volgograd.

Kedua belah pihak diketahui saling menargetkan infrastruktur termasuk fasilitas minyak di wilayah masing-masing.

(Tribunnews.com/Bobby)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas