Trump, si Duta Perdamaian Dunia Klaim Akhiri 6 Perang, Konflik Rusia–Ukraina Jadi Target Berikutnya?
Trump klaim dirinya sebagai “duta perdamaian utama”karena berhasil menyelesaikan 6 perang global , target selanjutnya damaikan konflik Rusia-Ukraina
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menjadi sorotan dunia setelah menobatkan dirinya sebagai “pembawa perdamaian utama” dalam konflik global.
Di hadapan para pemimpin Eropa usai bertemu Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky di Gedung Putih, pada Senin (18/8/2025), Trump sesumbar bahwa dirinya sukses menyelesaikan enam perang dunia tanpa melalui mekanisme gencatan senjata.
Trump menyebut enam konflik yang diklaim berhasil diakhirinya meliputi perseteruan Israel–Iran, Republik Demokratik Kongo–Rwanda, Kamboja–Thailand, India–Pakistan, Serbia–Kosovo, serta Mesir–Ethiopia.
Menurutnya, pencapaian itu menjadi bukti bahwa “perdamaian sejati” lebih efektif daripada sekadar penghentian tembak-menembak sementara.
Kendati keenam konflik yang disebut Trump masih jauh dari kata selesai, tapi sebagian memang mengalami penurunan eskalasi.
Dengan pencapaian ini, Trump optimistis perang Rusia–Ukraina pun bisa berakhir dengan cara yang sama.
“Jika Anda melihat enam kesepakatan yang saya lakukan tahun ini, semuanya masih berlangsung di tengah perang. Saya tidak melakukan gencatan senjata apa pun. Saya rasa Ukraina tidak membutuhkan gencatan senjata,” kata Trump kepada Zelensky.
Konflik Rusia–Ukraina Jadi Target Berikutnya
Presiden ke-45 dan 47 Amerika Serikat itu menegaskan, konflik Rusia–Ukraina kini menjadi prioritas utama dalam misinya mencetak kesepakatan damai global.
Pertarungan yang pecah sejak invasi Rusia pada Februari 2022 telah menewaskan ratusan ribu orang, memicu eksodus jutaan pengungsi, dan mengguncang stabilitas energi serta pangan global.
Kondisi inilah yang membuat perang Rusia–Ukraina dinilai sebagai “target berikutnya” dalam upaya mendamaikan dua negara tersebut.
Ambisi mendamaikan Rusia–Ukraina muncul karena perang tersebut dianggap menjadi faktor terbesar ketidakpastian global.
Baca juga: Rusia Rilis Video Lapis Baja Buatan AS Hasil Rampasan dari Ukraina Dipasangi Bendera AS-Rusia
Bagi Barat, penyelesaian konflik berarti meredakan krisis energi dan menurunkan tensi keamanan di Eropa. Sementara bagi Rusia dan Ukraina, gencatan perang berpotensi membuka jalan bagi rekonstruksi dan pemulihan nasional.
Trump menyebut perang yang berlangsung sejak Februari 2022 itu harus diakhiri bukan melalui gencatan senjata sementara, melainkan lewat kesepakatan perdamaian menyeluruh.
Menurutnya, gencatan senjata hanya menunda masalah, sementara perjanjian damai permanen akan membuka jalan bagi stabilitas kawasan Eropa Timur.
Trump juga berencana menggelar pertemuan trilateral yang melibatkan dirinya, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.