Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Setelah 3 Pemimpin Dunia Bertemu, Apakah Perdamaian di Ukraina Semakin Dekat?

Pertemuan Trump, Zelensky, dan Putin di Alaska memunculkan harapan damai atas perang di Ukraina, tapi analis ragu gencatan senjata tercapai.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Setelah 3 Pemimpin Dunia Bertemu, Apakah Perdamaian di Ukraina Semakin Dekat?
X/@WhiteHouse
AGENDA PERTUKARAN WILAYAH - Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membahas agenda pertukaran wilayah di Gedung Putih, Washington, Senin (18/8/2025).Sebelumnya pada Jumat, 15 Agustus 2025, Trump bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Alaska. Pertemuan tiga pemimpin dunia belum menghasilkan terobosan signifikan menuju gencatan senjata di Ukraina. 

“Mereka tidak mengambil langkah nyata untuk membatasi ekspor material penting ke industri militer Rusia,” ujar Nikolay Mitrokhin dari Universitas Bremen kepada Al Jazeera.

Rusia disebut meningkatkan pembelian chip dan peralatan melalui negara-negara bekas Soviet seperti Kirgistan.

Analis Aleksey Kushch menilai bahwa perubahan sikap Trump terhadap perdamaian Ukraina berakar pada strategi geopolitik AS yang lebih besar.

Washington disebut ingin mengakhiri perang agar bisa fokus menghadapi Tiongkok, bukan Rusia.

“Tiongkok selalu menang jika terjadi konfrontasi antara AS dan Rusia,” ujarnya.

Veteran perang Ukraina, Yuri Bohdanchenko, menambahkan bahwa pola pikir Presiden Putin menjadi penghalang utama perdamaian.

 “Putin tidak ingin terlihat lemah. Ia menggunakan perang sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan dan menekan oposisi,” katanya kepada Al Jazeera.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan berbagai kepentingan global yang saling bertabrakan, para analis menyimpulkan bahwa meski diplomasi terus berjalan, perdamaian di Ukraina masih jauh dari pasti.

Hasil Pertemuan Trump dengan Putin dan Zelensky

Pertemuan Trump dan Putin di Alaska pada Jumat (15/8/2025) kemarin berakhir tanpa kesepakatan konkret.

Akan tetapi, KTT Trump-Putin di Alaska dinilai sebagai kemenangan diplomatik bagi Putin.

Media seperti The Guardian dan AP menyebut KTT Trump-Putin di Alaska ini mengakhiri status Putin sebagai paria internasional sejak invasi ke Ukraina.

Istilah "paria internasional" merujuk pada negara atau aktor global yang terpinggirkan secara diplomatik dan moral oleh komunitas internasional karena tindakan, kebijakan, atau ideologinya dianggap melanggar norma global.

Baca juga: Serangan Drone Ukraina Picu Kebakaran di Kilang Minyak Volgograd

Contoh negara yang pernah disebut sebagai paria internasional termasuk Korea Utara, Iran, dan Rusia pasca-invasi ke Ukraina.

Istilah ini bukan hanya label, tapi mencerminkan konsekuensi nyata dalam diplomasi, ekonomi, dan keamanan.

Meski Trump mengklaim ada “kemajuan besar,” tidak ada gencatan senjata atau konsesi nyata dari kedua pihak.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas