Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Diplomasi Buntu, Zelensky Ledek Putin Takut Duduk di Meja Damai

Zelensky menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin ulur perdamaian, sengaja menghindari pertemuan yang dirancang untuk Kiev dengan Moskow.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Diplomasi Buntu, Zelensky Ledek Putin Takut Duduk di Meja Damai
lowyinstitute.org/Britannica/kolase tribunnews
PERTEMUAN TRIPARTIT - Zelensky (Kanan) menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) ulur perdamaian, sengaja menghindari pertemuan yang dirancang untuk Kiev dengan Moskow. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin dengan sengaja menghindari pertemuan damai yang dirancang untuk Kiev dengan Moskow.

Tuduhan ini muncul di tengah upaya gencar yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri invasi Rusia yang telah berlangsung lebih dari tiga setengah tahun.

Trump sebelumnya menggelar perundingan dengan Putin di Alaska pekan lalu, lalu bertemu Zelensky dan sejumlah pemimpin Eropa di Washington pada awal pekan ini.

Namun, hingga kini, upaya diplomasi tersebut tidak menghasilkan terobosan berarti.

Zelensky menyebut bahwa setiap pesan atau "sinyal" dari Moskow justru menunjukkan penolakan, bukan niat berdamai.

Di mana dalam pertemuan tingkat tinggi itu, AS mengusulkan gencatan senjata sementara selama 30 hari, yang dapat diperpanjang jika kedua belah pihak sepakat.

Ukraina menyatakan kesediaannya, namun pelaksanaannya bergantung pada persetujuan dan tindakan serentak dari Rusia

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, alih-alih menyambut inisiatif pertemuan yang dipimpin AS, Rusia menurutnya terus menutup pintu dialog langsung.

"Terus terang, sinyal yang datang dari Rusia sungguh keterlaluan. Mereka tidak ingin mengakhiri perang ini. Mereka berusaha menghindari pertemuan," kata Zelensky dalam pidato malamnya, dikutip dari Le Monde.

Tuduhan serupa juga dilayangkan Rusia yang menuduh Ukraina tak serius menginginkan perdamaian jangka panjang dengan alasan tuntutan keamanan Kyiv dianggap tak sejalan dengan kepentingan Moskow.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan, tuntutan keamanan yang diajukan Ukraina dianggap "tidak realistis" dan tidak sesuai kepentingan Moskow.

Baca juga: Trump Sentil Biden, Ukraina Sulit Menang karena Dulu Dilarang Serang Rusia

Ukraina sebelumnya menegaskan, setiap pertemuan damai harus didahului jaminan keamanan internasional agar Rusia tidak kembali melakukan agresi setelah perang berakhir.

Kyiv juga meminta agar lokasi pertemuan dilakukan di negara Eropa yang netral, sekaligus menolak keterlibatan Tiongkok sebagai penjamin keamanan.

Akan tetapi usulan ini ditolak keras oleh Rusia, hingga Putin menuding balik bahwa Kyiv tidak serius menginginkan perdamaian jangka panjang.

Di tengah ketegangan ini Trump memberi deadline dua pekan untuk menilai peluang tercapainya kesepakatan damai.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas