Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bar dan Cafe Bertema Penjara Lagi Tren di Tiongkok, Pengunjung Pakai Baju Tahanan dan Diborgol

Para pelanggan berbondong-bondong mencari “pengalaman mendalam” yang dapat mereka bagikan di media sosial.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Bar dan Cafe Bertema Penjara Lagi Tren di Tiongkok, Pengunjung Pakai Baju Tahanan dan Diborgol
SCMP
BAR PENJARA - Lagi tren bar dan cafe di Tiongkok bertema penjara. Pelanggan datang menggunakan baju tahanan dan suasana cafe mirip penjara. 

TRIBUNNEWS.COM, CHINA - Bar dan cafe bertema penjara telah bermunculan di seluruh Tiongkok.

Para pelanggan berbondong-bondong mencari “pengalaman mendalam” yang dapat mereka bagikan di media sosial.

Para pengunjung mengenakan baju tahanan oranye seperti narapidana.

Sementara bagian dalam bar mirip penjara dilengkapi jeruji besi, foto-foto tersangka, dan dinding penuh grafiti yang dihiasi koran-koran lama.

Bilik pelanggan dirancang sebagai sel individual.

Untuk meningkatkan suasana penjara, pemilik bar juga menyediakan ruangan gelap sebagai ruang interogasi yang penuh dengan alat hukuman seperti borgol, rantai kaki, dan tongkat.

Tersebar di beberapa wilayah

Rekomendasi Untuk Anda

Bar dan cafe semacan itu muncul di Qingdao, provinsi Shandong timur, Hangzhou di provinsi Zhejiang, dan Chongqing di Cina barat daya.

Beberapa pemilik menghubungkan penciptaan bisnis mereka dengan serial Netflix Orange is the New Black.

Bar-bar umumnya mengenakan biaya sekitar 50 yuan (US$7) untuk minuman seperti koktail, air soda, dan kopi.

Di beberapa gerai, pelanggan perlu membayar tambahan U$ 2 untuk menyewa jumpsuit oranye khas mereka.

Saat memasuki bar, pelanggan diminta untuk menandatangani “surat pengakuan” dan menerima “berkas kriminal” yang menunjukkan kejahatan apa yang “telah mereka lakukan”.

Foto tersangka diambil sebelum pengunjung diantar ke “sel” mereka.

Staf bar yang mengenakan seragam penjara juga berinteraksi dengan “para narapidana” dengan menanyakan kejahatan apa yang telah mereka lakukan dan mengingatkan mereka tentang “peraturan penjara” seperti tidak merusak meja.

Banyak orang daring menyukai ide tersebut.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas