Trump Menggertak, Ancam Sanksi Rusia dan Ukraina Jika Gagal Cari Jalan Damai
Trump ancam jatuhkan sanksi ekonomi ke Rusia dan Ukraina jika gagal mencari jalan damai untuk menghentikan perang yang berlangsung sejak 2022
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ancam jatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia dan Ukraina jika keduanya gagal mencari jalan damai untuk menghentikan perang.
"Kami ingin mengakhirinya. Kami memiliki sanksi ekonomi." Tegas Trump.
Pernyataan itu dilontarkan Presiden Trump saat berbicara di Gedung Putih pada Selasa (26/8/2025).
Dalam keterangan yang dikutip The Guardian, Trump menekankan bahwa konflik yang memanas di Eropa sejak akhir 2022 bukan hanya kesalahan Moskow, tetapi juga Kiev.
Trump menilai ribuan nyawa, terutama anak muda, terus melayang setiap pekan sehingga diperlukan tekanan ekonomi untuk memaksa kedua belah pihak mencari jalan damai.
Ancaman itu juga mencerminkan keinginan Trump menjaga netralitas AS, mengurangi beban bantuan miliaran dolar yang selama ini mengalir ke Ukraina, sekaligus memperkuat posisi tawar Washington dalam diplomasi global.
Namun, kebijakan ini juga dipandang sebagai bentuk campur tangan besar AS dalam urusan Eropa Timur.
Sejak awal invasi Rusia pada 2022, Amerika telah menggelontorkan miliaran dolar bantuan militer dan finansial ke Ukraina.
Trump berulang kali mengkritik beban tersebut, dengan alasan Eropa seharusnya menanggung porsi lebih besar.
Dengan mengancam sanksi, Trump berusaha mengurangi ketergantungan Ukraina pada Washington sekaligus menekan Rusia agar menghentikan agresinya.
Baca juga: Rusia Bangun Antena Raksasa Diameter 1,6 Km di Kaliningrad, Komunikasi NATO Terancam Bobol Tersadap
Isi Ancaman Trump
Trump tidak menyebutkan secara detail jenis sanksi yang akan dijatuhkan kepada Rusia dan Ukraina, tetapi jika melihat pola kebijakan dan gaya diplomasi ekonominya selama ini, ada beberapa bentuk sanksi yang kemungkinan besar akan diterapkan.
Pertama, sanksi ekonomi langsung berupa pembatasan akses terhadap sistem keuangan internasional.
Ini bisa berupa pemutusan akses bank-bank Rusia dan Ukraina dari sistem perbankan global, seperti SWIFT, atau pelarangan penggunaan dolar AS dalam transaksi internasional.
Bagi Rusia, sanksi ini akan menekan ekspor energi; sementara bagi Ukraina, kebijakan itu bisa mempersempit ruang untuk mengakses dana bantuan luar negeri.
Kedua, pengenaan tarif impor yang tinggi atas produk-produk dari kedua negara. Trump terkenal menggunakan instrumen tarif sebagai senjata politik, seperti yang ia lakukan terhadap Tiongkok pada masa perang dagang.
Baca tanpa iklan