Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jet Tempur Jerman Kejar Pesawat Mata-Mata Rusia, Laut Baltik Memanas

Jet Jerman terlibat aksi kejar-kejaran dengan pesawat pengintai Rusia di Laut Baltik, Intersepsi udara ini tercatat jadi kasus kesepuluh sejak 2025

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jet Tempur Jerman Kejar Pesawat Mata-Mata Rusia, Laut Baltik Memanas
Kresit Foto/Photograph: Wikimedia Commons
PESAWAT RUSIA - Jet Jerman terlibat aksi kejar-kejaran dengan pesawat pengintai Rusia di Laut Baltik, Intersepsi udara ini tercatat jadi kasus kesepuluh sejak awal 2025. Sekutu Eropa juga menilai provokasi udara Rusia bukan hanya ancaman terhadap keamanan udara, tetapi dapat menjadi pemicu eskalasi konflik yang lebih luas. 

Selain itu, pesawat pengintai seperti Il-20 memiliki kemampuan menyadap komunikasi elektronik, radar, hingga sistem pertahanan udara musuh.

Dengan terbang dekat wilayah udara NATO, Rusia diyakini berusaha memetakan respons militer Barat, termasuk kecepatan intersepsi jet tempur Jerman yang dikerahkan dalam insiden terbaru.

Beberapa analis menilai aksi ini merupakan bentuk provokasi politik, lantaran tindakan Rusia menerbangkan pesawat tanpa transponder dan tanpa rencana penerbangan, seolah menguji seberapa jauh NATO berani mengambil tindakan.

Manuver ini dinilai sengaja dilakukan untuk menunjukkan bahwa Rusia masih memiliki ruang gerak di kawasan yang menjadi garis depan ketegangan geopolitik.

Di sisi lain, intelijen Barat menduga pesawat Rusia juga berusaha memantau aktivitas laut, termasuk jalur kabel listrik bawah laut yang belakangan kerap mengalami kerusakan misterius.

NATO menuding “armada bayangan” Rusia sengaja melakukan sabotase untuk melemahkan infrastruktur vital Eropa.

Meski demikian, hingga kini Moskow tidak memberikan pernyataan resmi mengenai tujuan penerbangan pesawat Il-20 tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Kremlin selama ini kerap membantah tuduhan spionase dan menyebut penerbangan militer mereka sah dilakukan di wilayah udara internasional.

(Tribunnews.com/Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas