Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ribuan Warga Jepang Turun ke Jalan Tolak Program Africa Hometown yang Digagas JICA

Aksi tersebut dipicu kabar bahwa JICA akan mengundang warga Nigeria untuk tinggal di Jepang melalui program kerja sama internasional

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Ribuan Warga Jepang Turun ke Jalan Tolak Program Africa Hometown yang Digagas JICA
Tribunnews.com/Richard Susilo
DEMO DI JEPANG - Unjuk rasa di Osaka dari Taman Minami Shimmachi menuju Midosuji Parade 

Laporan Wartawan Koresponden Tribunnews di Jepang Ricard Susilo 

TRIBUNNEWS.COM, JEPANG – Jepang diguncang unjuk rasa besar terkait kebijakan imigrasi pada Sabtu (30/8/2025).

Ribuan nasionalis turun ke jalan di Osaka untuk menolak program Africa Hometown yang digagas Japan International Cooperation Agency (JICA).

Aksi tersebut dipicu kabar bahwa JICA akan mengundang warga Nigeria untuk tinggal di Jepang melalui program kerja sama internasional.

Isu itu segera memantik kekhawatiran sebagian warga, hingga berujung demonstrasi besar-besaran yang dimulai dari Taman Minami Shimmachi dan berparade di sepanjang jalan utama Midosuji, Osaka.

Latar Belakang Isu JICA

Kontroversi bermula dari siaran pers Kantor Presiden Nigeria pada 22 Agustus 2025.

Rekomendasi Untuk Anda

Dokumen itu menyebut Jepang akan memberikan “visa khusus” bagi warga Nigeria.

Baca juga: 9 Negara Punya Pabrik Indomie Sendiri, Nigeria Punya Varian Khusus

Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Jepang (MOFA) pada 26 Agustus.

“Isi siaran pers Nigeria berbeda dari fakta. Pemerintah Jepang tidak pernah mengeluarkan visa khusus, dan kami telah meminta pihak Nigeria untuk mengoreksinya,” tulis MOFA.

Tak lama kemudian, pihak Nigeria merilis siaran pers baru dan menghapus klaim sebelumnya.

Sebenarnya, proyek “Africa Hometown” bertujuan memperkuat pertukaran budaya dan kerja sama antara pemerintah daerah di Jepang dengan negara-negara Afrika.

Dalam pengumuman di konferensi TICAD 9, JICA menunjuk beberapa kota Jepang untuk bermitra, antara lain: Imabari (Ehime) dengan Republik Mozambik;  Kisarazu (Chiba) dengan Nigeria;  Sanjo (Niigata) dengan Ghana dan Nagai (Yamagata) dengan Tanzania.

Kekhawatiran Publik Jepang

Meski demikian, banyak warga tetap menilai program tersebut sebagai pintu masuk imigrasi terselubung.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas