Ukraina Tolak Usulan Putin agar Zelensky Datang ke Moskow
Ukraina menolak usulan Presiden Rusia Vladimir Putin yang meminta Presiden Ukraina Zelensky agar datang ke Moskow untuk negosiasi akhir perang.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Presiden Rusia mencatat kemungkinan menyelesaikan masalah teritorial di Ukraina melalui referendum, namun darurat militer harus dicabut agar hal itu terjadi.
Putin menekankan pendapat rakyat di wilayah Ukraina yang tinggal di bawah pemerintahan Rusia, harus dihormati.
Ia mencatata Rusia telah lama keberatan dengan upaya Ukraina untuk mendapatkan keanggotaan di NATO, namun ia tidak keberatan jika Ukraina bergabung dengan Uni Eropa (UE).
"keamanan Ukraina tidak dapat dijamin dengan mengorbankan keamanan Rusia," kata Putin.
"Setiap negara harus memiliki jaminan yang dapat diandalkan, termasuk Ukraina, tetapi ini tidak terkait dengan pertukaran teritorial," ujarnya, seperti dikutip dari Al Mayadeen.
Terkait isu pembekuan aset Rusia, ia mengatakan, "Penyitaan dana Rusia di Barat akan merusak fondasi sistem keuangan global."
Menurutnya, penyelesaian perang di Ukraina dimungkinkan, terutama mengingat keinginan pemerintah AS untuk menengahi kedua pihak, namun mengancam dengan solusi militer jika masalah tidak diselesaikan melalui jalur diplomatik.
Putin mengungkapkan semua orang yang ia ajak bicara di China mendukung pertemuannya dengan Trump di Alaska pada 15 Agustus lalu.
Pertemuan bulan lalu berlangsung selama kurang lebih tiga jam dengan hasil yang tidak dipublikasikan secara jelas.
Setelah pertemuan tersebut, Zelensky dan para pemimpin Eropa menemui Trump di Gedung Putih.
Trump kemudian mengumumkan bahwa Putin dan Zelensky agar bertemu secara langsung, kemudian diikuti pertemuan trilateral antara Trump, Putin dan Zelensky.
Perundingan antara Rusia dan Ukraina masih berjalan di tempat, dengan perkembangan terakhir disebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengupayakan pertemuan langsung antara Putin dan Zelensky.
Rusia bersikeras agar Ukraina mengakui wilayah-wilayah yang dicaploknya dan melarang Ukraina untuk bergabung dengan blok mana pun seperti NATO atau diminta untuk netral, sementara Ukraina menolak untuk menyerahkan tanah apa pun kepada Rusia.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022, Rusia telah mencaplok wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia dan Krimea yang dicaplok pada tahun 2014.
Selain itu, Rusia mengklaim militernya telah melakukan perluasan wilayah dengan mencaplok lebih banyak tanah di Ukraina, seperti Mykolaiv dan Odesa.