SIPRI: Eropa Kini Jadi Pengimpor Senjata Terbesar Dunia
Eropa menyalip Asia dan Timur Tengah sebagai kawasan pengimpor terbesar karena kekhawatiran terhadap Rusia. Impor senjata global melonjak…
Perdagangan senjata global kembali meningkat. Laporan terbaru dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menunjukkan bahwa pengiriman senjata dunia naik hampir 10% pada periode 2021–2025 dibandingkan lima tahun sebelumnya.
Setelah sempat menurun sekitar sepertiga sejak runtuhnya komunisme dan berakhirnya Perang Dingin pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an, volume perdagangan senjata kini kembali mendekati tahun 1989.
Eropa kini menjadi kawasan pengimpor senjata terbesar di dunia. Pada periode 2016–2020, kawasan Asia dan Oseania memimpin dengan 42?ri total impor global, disusul Timur Tengah dengan 32%. Saat itu, Eropa hanya berada di posisi ketiga dengan 12%.
Namun dalam lima tahun terakhir, impor senjata Eropa naik tiga kali lipat hingga mencapai 33% secara global. Asia dan Oseania berada di posisi kedua dengan 31%, diikuti Timur Tengah dengan 26%. Menurut peneliti SIPRI, Mathew George, lonjakan aliran senjata ke negara-negara Eropa menjadi faktor utama peningkatan transfer senjata global hampir 10%.
Salah satu pemicunya adalah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022. "Banyak negara Eropa meningkatkan impor senjata untuk memperkuat kemampuan militer menghadapi ancaman yang dianggap semakin besar dari Rusia,” ujar George.
Perang Ukraina dorong Eropa mempersenjatai diri
Menurut SIPRI, pengiriman senjata dari Amerika Serikat ke Ukraina pada 2025 menurun dibanding dua tahun sebelumnya.
Sejak kembali menjadi presiden AS, Donald Trump mengurangi bantuan militer langsung ke Ukraina. Namun jika sekutu Ukraina, seperti negara-negara Uni Eropa, Australia atau Kanada, membeli senjata dari AS lalu menyerahkannya ke Ukraina, SIPRI tetap menghitungnya sebagai ekspor senjata AS ke Ukraina.
Meski demikian, Ukraina bukan lagi satu-satunya faktor peningkatan impor senjata di Eropa. Ancaman dari Rusia serta peringatan Trump kepada Uni Eropa juga mendorong negara-negara anggota NATO meningkatkan belanja militer.
Laporan SIPRI mencatat impor senjata oleh 29 negara NATO di Eropa melonjak 143% pada periode 2021–2025 dibandingkan periode 2016–2020.
Polandia menjadi pengimpor terbesar dengan 17?ri total impor kategori tersebut, atau sekitar 3,6?ri total impor senjata dunia. Impor senjata Polandia bahkan melonjak 852% dibandingkan periode sebelumnya.
Negara pengimpor besar lainnya di Eropa antara lain adalah Inggris dan Belanda.
AS memperluas peran sebagai pemasok senjata global
Meski pengiriman senjata menurun sejak 2025, AS tetap menjadi pemasok senjata utama bagi Ukraina. Bersama Korea Selatan, AS juga menjadi salah satu pemasok penting bagi negara-negara Eropa.
Di tingkat global, beberapa negara Eropa seperti Perancis, Italia, dan Jerman turut memperluas peran mereka sebagai eksportir senjata.
Di sisi lain, Jerman telah melampaui Cina dan kini menjadi eksportir senjata terbesar keempat di dunia dengan pangsa sekitar 5,7?ri pasar global.
Sementara itu, AS semakin memperkuat posisinya sebagai pemasok senjata terbesar dunia. Pada periode 2021–2025, negara itu menyumbang sekitar 42?ri total pengiriman senjata internasional, naik dari 36% pada periode 2016–2020. Dalam lima tahun tersebut, AS memasok senjata ke 99 negara.

Baca tanpa iklan