Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Kanselir Friedrich Merz: Jerman Tidak Akan Kembali ke Energi Nuklir

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mendukung usulan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir baru di Uni Eropa. Sementara,…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kanselir Friedrich Merz: Jerman Tidak Akan Kembali ke Energi Nuklir
Deutsche Welle
Kanselir Friedrich Merz: Jerman Tidak Akan Kembali ke Energi Nuklir 

Markus Krebber, CEO penyedia listrik terbesar di Jerman, RWE, baru-baru ini juga menolak gagasan reaktor kecil.

“Dalam kondisi saat ini, investasi pada SMR tidak layak bagi perusahaan swasta,” kata Krebber kepada portal berita Politico.

Ia mengatakan tidak ada pemasok di seluruh dunia yang dapat berkomitmen pada waktu pembangunan dengan biaya tetap yang telah disepakati. Perusahaan tidak akan menyediakan pendanaan untuk reaktor kecil, kata Krebber.

Aliansi nuklir Prancis dengan 15 negara Uni Eropa

Banyak negara Uni Eropa sedang mempertimbangkan untuk memperluas energi nuklir. Prancis mengoperasikan 57 reaktor dan telah membentuk kelompok 15 negara Uni Eropa yang mendukung pembangunan pembangkit nuklir baru. Kelompok ini mencakup negara-negara seperti Swedia dan Italia.

Di Jerman, bencana Chernobyl pada 1986 mendorong peninjauan kembali terhadap energi nuklir. Partai Hijau, yang didirikan di Jerman Barat pada 1980, berkampanye keras menentang tenaga nuklir. Setelah mereka masuk pemerintahan bersama SPD, mereka berhasil mendorong kebijakan penghentian bertahap energi nuklir pada 2000.

Kebijakan itu kemudian dibatalkan ketika kaum konservatif kembali berkuasa dalam koalisi dengan Partai Partai Liberal Demokrat (Freie Demokratische Partei/FDP) dan pada 2010 memutuskan untuk memperpanjang masa operasi reaktor nuklir Jerman.

Namun, arah kebijakan kembali berubah. Setelah gempa bumi dan tsunami, terjadi “pelelehan inti reaktor besar-besaran” di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima di Jepang pada 2011. Kanselir Angela Merkel sendiri mengawasi kembalinya strategi penghentian energi nuklir. Keputusan tersebut tetap berlaku hingga hari ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Prita Kusumaputri

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas