Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Potong Gaji hingga WFH, Sejumlah Negara Kompak Hemat Energi Imbas Perang Iran

Perang AS-Israel dengan Iran telah memaksa Pakistan, Thailand, Bangladesh, dan Vietnam mengambil langkah darurat demi menghemat energi.…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Potong Gaji hingga WFH, Sejumlah Negara Kompak Hemat Energi Imbas Perang Iran
Deutsche Welle
Potong Gaji hingga WFH, Sejumlah Negara Kompak Hemat Energi Imbas Perang Iran 

Bangladesh bergantung pada impor untuk 95% kebutuhan energinya. Pemerintah sudah memberlakukan pembatasan harian pembelian bahan bakar sejak Jumat (06/03) lalu menyusul aksi panic buying dan penimbunan. Krisis gas yang parah bahkan memaksa empat dari lima pabrik pupuk milik negara menghentikan operasinya, dengan pasokan gas yang ada dialihkan ke pembangkit listrik demi menghindari pemadaman massal.

Bangladesh juga terpaksa membeli LNG dari pasar spot dengan harga yang jauh lebih tinggi untuk menambal kekurangan pasokan.

Antrean panjang di SPBU Vietnam, tarif impor dihapus

Di Vietnam, Kementerian Perdagangan meminta pelaku usaha mendorong karyawan mereka untuk bekerja dari rumah guna menghemat konsumsi bahan bakar. Pemerintah juga menyerukan agar masyarakat tidak menimbun atau berspekulasi soal bahan bakar.

Vietnam termasuk negara yang paling terdampak oleh gangguan pasokan akibat perang Iran, mengingat ketergantungannya yang tinggi pada impor energi dari Timur Tengah. Sejak akhir bulan lalu, harga bensin di Vietnam naik 32%, solar 56%, dan minyak tanah melonjak hingga 80%. Antrean panjang kendaraan terlihat di berbagai SPBU di Hanoi pada Selasa (10/03) kemarin.

Sebagai respons darurat, Vietnam pada Senin (09/03) memutuskan menghapus tarif impor bahan bakar, berlaku hingga akhir April. Perdana Menteri Pham Minh Chinh juga menghubungi langsung para pemimpin Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk mengamankan pasokan bahan bakar dan minyak mentah bagi negaranya.

Editor: Prihardani Purba

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas