Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Balen: Dari Sosok Pemberontak Menjadi Perdana Menteri Nepal

Lompatan bersejarah Balendra “Balen” Shah dari jalanan Kathmandu menuju kekuasaan nasional menandai perubahan dramatis dalam politik…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Balen: Dari Sosok Pemberontak Menjadi Perdana Menteri Nepal
Deutsche Welle
Balen: Dari Sosok Pemberontak Menjadi Perdana Menteri Nepal 

Pada 2025, Balen memasuki politik nasional meskipun masa jabatannya sebagai wali kota masih tersisa lebih dari satu tahun.

Suara politik seorang penyair pemberontak

Sebelum terjun ke politik, Balen sudah dikenal oleh penikmat musik karena nada pemberontaknya. Sebagai penyair dan raper, ia kerap mengkritik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketimpangan sosial.

Setelah mengikuti berbagai duel rap pada 2013, ia terus mengembangkan karier musiknya. Menurut Asim Shah, latar belakang artistik ini membantu membentuk kesadaran politiknya.

"Lagu dan puisinya sama lugasnya dengan cara ia berbicara,” kata Shah.

Para pendukungnya berpendapat bahwa tema-tema yang ia angkat dalam musik, seperti tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi, dan perubahan sosial, kemudian tercermin dalam kebijakannya saat menjabat sebagai wali kota.

Namun, ia juga menghadapi kritik atas tindakannya terhadap pedagang kaki lima serta unggahan media sosial yang dinilai agresif atau kontroversial.

Dari jalanan Kathmandu ke kursi perdana menteri

Dengan Rastriya Swatantra Party berhasil mengamankan mayoritas di parlemen, jalan Balen menuju kursi perdana menteri kini tampak hampir pasti. Namun, para analis memperingatkan bahwa tantangan terbesar justru berada di depan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pemerintahan mayoritas tidak memberi ruang untuk alasan. Balen dan kabinetnya harus benar-benar bekerja dan memberikan hasil,” kata analis politik Khanal.

Perjalanannya dari raper pemberontak menjadi insinyur, wali kota independen, dan kini calon perdana menteri telah memikat perhatian banyak orang di Nepal.

Namun, seperti yang dikatakan Asim Shah: "Suara yang dulu menggema di jalan-jalan Kathmandu kini akan bergema di dalam parlemen. Balen dikenal karena keberaniannya mengajukan pertanyaan. Sekarang, pekerjaannya adalah memberikan jawaban.”

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Cinta Zanidya

Editor: Hani Anggraini

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas