Balen: Dari Sosok Pemberontak Menjadi Perdana Menteri Nepal
Lompatan bersejarah Balendra “Balen” Shah dari jalanan Kathmandu menuju kekuasaan nasional menandai perubahan dramatis dalam politik…
Pada 2025, Balen memasuki politik nasional meskipun masa jabatannya sebagai wali kota masih tersisa lebih dari satu tahun.
Suara politik seorang penyair pemberontak
Sebelum terjun ke politik, Balen sudah dikenal oleh penikmat musik karena nada pemberontaknya. Sebagai penyair dan raper, ia kerap mengkritik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketimpangan sosial.
Setelah mengikuti berbagai duel rap pada 2013, ia terus mengembangkan karier musiknya. Menurut Asim Shah, latar belakang artistik ini membantu membentuk kesadaran politiknya.
"Lagu dan puisinya sama lugasnya dengan cara ia berbicara,” kata Shah.
Para pendukungnya berpendapat bahwa tema-tema yang ia angkat dalam musik, seperti tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi, dan perubahan sosial, kemudian tercermin dalam kebijakannya saat menjabat sebagai wali kota.
Namun, ia juga menghadapi kritik atas tindakannya terhadap pedagang kaki lima serta unggahan media sosial yang dinilai agresif atau kontroversial.
Dari jalanan Kathmandu ke kursi perdana menteri
Dengan Rastriya Swatantra Party berhasil mengamankan mayoritas di parlemen, jalan Balen menuju kursi perdana menteri kini tampak hampir pasti. Namun, para analis memperingatkan bahwa tantangan terbesar justru berada di depan.
"Pemerintahan mayoritas tidak memberi ruang untuk alasan. Balen dan kabinetnya harus benar-benar bekerja dan memberikan hasil,” kata analis politik Khanal.
Perjalanannya dari raper pemberontak menjadi insinyur, wali kota independen, dan kini calon perdana menteri telah memikat perhatian banyak orang di Nepal.
Namun, seperti yang dikatakan Asim Shah: "Suara yang dulu menggema di jalan-jalan Kathmandu kini akan bergema di dalam parlemen. Balen dikenal karena keberaniannya mengajukan pertanyaan. Sekarang, pekerjaannya adalah memberikan jawaban.”
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Cinta Zanidya
Editor: Hani Anggraini
