Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Raja Charles III Bertemu Trump di AS, Apa Saja yang Dibahas?

Raja Inggris Charles III tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat. Dalam kunjungan tersebut, ia dan Presiden AS Donald…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Raja Charles III Bertemu Trump di AS, Apa Saja yang Dibahas?
Deutsche Welle
Raja Charles III Bertemu Trump di AS, Apa Saja yang Dibahas? 

Trump juga mengatakan kepada Charles dan para tamu di Gedung Putih bahwa Iran telah "dikalahkan secara militer.”

Pernyataan ini menjadi komentar publik pertamanya terkait Iran di tengah kunjungan kenegaraan sang raja.

"Kami telah mengalahkan lawan tersebut secara militer,” kata Trump. Ia menambahkan, "Charles bahkan lebih sepakat dengan saya. Kami tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.”

Pidato Charles soroti isu lingkungan dan dialog antaragama

Dalam pidatonya, Charles menekankan soal isu lingkungan, yakni topik yang selama ini menjadi perhatiannya. Ia menyebut perlindungan alam sebagai "tanggung jawab bersama” dan "aset paling berharga dan tak tergantikan.”

"Di tengah keindahan alam yang bisa dirasakan, generasi kita harus memutuskan bagaimana kita menghadapi kerusakan alam, yang dampaknya jauh lebih besar dari sekadar keseimbangan dan keberagaman hayati,” kata Charles.

"Kita kerap mengabaikan alam. Padahal, ekonomi alam merupakan fondasi bagi kemakmuran dan keamanan nasional kita.”

Charles juga menyinggung tentang pentingnya iman dan dialog antaragama dalam kehidupannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga menyebut agama Kristen sebagai "jangkar yang kokoh dan inspirasi sehari-hari,” yang "membimbing kita bukan hanya secara pribadi, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas.” Ucapan ini sontak disusul dengan tepuk tangan meriah dari para anggota parlemen.

"Dari pengalaman hubungan antaragama dan pemahaman luas lainnya, saya menemukan bahwa iman akan selalu menang,” lanjutnya.

"Saya percaya bahwa esensi dari kedua bangsa kita adalah kemurahan hati dan tanggung jawab untuk menumbuhkan kasih sayang, mempromosikan perdamaian, memperdalam toleransi, serta menghargai semua orang dari berbagai keyakinan,” tutupnya.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Felicia Salvina

Editor: Adelia Dinda Sani

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas