Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Trump Ancam akan ‘Memangkas’ Pasukan AS di Jerman

Donald Trump mengatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman. Hal ini terjadi beberapa hari…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trump Ancam akan ‘Memangkas’ Pasukan AS di Jerman
Deutsche Welle
Trump Ancam akan ‘Memangkas’ Pasukan AS di Jerman 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa AS akan segera memutuskan apakah akan mengurangi personil militernya yang besar di Jerman.

"Amerika Serikat sedang mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman, keputusan akan diambil dalam waktu dekat,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Rabu(29/4) sore, waktu Washington.

Jumlah pasukan AS di Jerman tercatat lebih banyak dibandingkan negara lainnya di Eropa. Pusat Data Tenaga Kerja Pertahanan AS pada Desember 2025 mencatat lebih dari 36.000 anggota militer aktif ditempatkan di Jerman. Ini termasuk personel di Ramstein, barat daya Jerman, yang dianggap sebagai pangkalan udara terbesar AS di luar negeri.

Setelah Jerman, yang memfasilitasi lima dari tujuh pangkalan angkatan darat AS di Eropa, Inggris dan Italia juga memiliki kehadiran personel AS dalam jumlah besar di benua tersebut.

Mengapa Merz mengatakan Iran sedang ‘mempermalukan' AS?

Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai media telah memberitakan rumor kemungkinan penarikan pasukan AS dari Jerman.

Namun, unggahan Trump di Truth Social itu muncul beberapa hari setelah Kanselir Jerman mengatakan bahwa AS sedang ‘dipermalukan' oleh pemimpin Iran.

Pada hari Senin(27/4), Merz mengatakan bahwa “Iran jelas bernegosiasi dengan sangat terampil atau lebih tepatnya, sangat terampil untuk tidak bernegosiasi, membiarkan delegasi Amerika pergi ke Islamabad dan kemudian kembali pulang tanpa hasil apa pun.”

Rekomendasi Untuk Anda

”Satu bangsa sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, khususnya oleh Pasukan Garda Revolusi. Oleh karena itu, saya berharap hal ini berakhir secepat mungkin."

Setelah komentar Merz, Trump membalas melalui platform Truth Social-nya dengan mengatakan bahwa Merz “Tidak tahu apa yang sedang ia bicarakan!”

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, kemudian mengklarifikasi komentar Merz dalam sebuah wawancara dengan DW.

“Komentar itu merespon perilaku Iran,” kata Wadephul kepada Kepala Biro DW, Max Hoffmann, di New York. “Mereka salah memahami posisi dan terlalu melebih-lebihkan peran mereka, jadi inilah yang disampaikan kanselir,” tegas Wadephul.

Kanselir berusaha meredam situasi

Saat mengunjungi latihan militer di Münster, Lower Saxony, hari Kamis(30/4) bersama Menteri Keuangan Lars Klingbeil, Merz kembali menyerukan agar blokade di Selat Hormuz dihentikan dan mengatakan, "Jika syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi, Jerman siap memberikan kontribusi militer, menjamin kebebasan jalur laut.”

Merz menambahkan bahwa ia telah melakukan lobi dalam pertemuan Dewan Eropa di Siprus untuk "Meningkatkan tekanan sanksi terhadap Iran, karena jika Hormuz tetap diblokir akan menimbulkan konsekuensi ekonomi yang sangat besar.”

"Oleh karena itu, pesan kami: Iran harus duduk di meja perundingan, harus berhenti mengulur-ulur waktu, tidak boleh lagi ‘menyandera' seluruh kawasan dan bahkan seluruh dunia,” kata Merz. "Program militer Iran harus dihentikan. Tidak boleh ada lagi serangan terhadap Israel atau mitra-mitra kami di kawasan.”

Berpakaian seragam tentara dengan label nama ‘Merz', Kanselir Jerman tersebut menyebut bahwa pemerintah berada dalam kontak erat mengenai hal-hal tersebut dengan negara-negara sekutu, "terutama di Washington.”

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas