Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Hal-hal yang Dipertanyakan Hakim di Sidang Air Keras Andrie Yunus

Sidang air keras Andrie Yunus memunculkan banyak tanda tanya, dari soal motif, kemungkinan “operasi khusus”, hingga CCTV markas BAIS…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hal-hal yang Dipertanyakan Hakim di Sidang Air Keras Andrie Yunus
Deutsche Welle
Hal-hal yang Dipertanyakan Hakim di Sidang Air Keras Andrie Yunus 

"Pengakuan kepada kami karena sakit hati melihat perlakuan-perlakuan Andrie Yunus pada saat memaksa masuk ke rapat tertutup, sehingga merasa sakit hati para terdakwa ini," jawab Alwi.

Pertanyakan soal "Operasi Khusus"

Hakim lalu bertanya apakah ada perintah sehingga para terdakwa melakukan penyiraman air keras tersebut. Hakim juga bertanya apakah ada operasi khusus di balik penyiraman air keras ke Andrie Yunus.

"Bukan itu maksud saya. Kan, enggak ada hubungannya mereka dengan AY. Kan, enggak kenal awalnya, hanya tahu di TV saja kan. Sama seperti kita. Tidak pernah tahu, kenal di TV saja. Kok tiba-tiba melakukan aksi seperti itu. Apakah Saudara dalami bahwa memang ini ada perintah?" tanya hakim.

"Tidak ada, Yang Mulia," jawab Alwi.

"Apa mungkin operasi khusus?" tanya hakim.

"Sepengetahuan, sependalaman kami, tidak ada. Bahwa terdakwa ini hanya merasa terlecehkan, tersakiti oleh Andrie Yunus. Tidak ada yang lain," jawab Alwi.

Hakim terus bertanya tentang direktorat di BAIS TNI. Hakim mencontohkan, jika aksi penyiraman ini misalnya karena ada 'order', akan masuk di direktorat apa.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya belum tahu juga, saya mau tanya juga untuk pengetahuan kita. BAIS ini kan ada Dir A, B, C, D, atau apa itu. Contoh ya, ini maaf saja ya, kalau memang ini perintah, by order, perintah, operasi intelijen-lah kita bilang, itu yang melakukan direktur apa yang begini-begini?" tanya hakim.

"Bagian operasi itu ada bagian yang membidangi itu direktorat H, bagian operasi," jawab Alwi.

"Halong?" timpal hakim.

"Iya. Tidak ada hubungannya dengan Denma," jawab Alwi.

"H itu bagian apa?" tanya hakim lagi.

"Operasi," jawab Alwi.

Alwi mengatakan, seandainya aksi penyiraman ini merupakan 'order', perintah itu bukan urusan Denma. Hakim kemudian mengaku heran para terdakwa tidak mengenal Andrie tapi melakukan penyiraman tersebut.

"Nah, mereka ini di Denma pertanyaan saya. Kecuali di Direktorat H, masuklah mungkin, mereka memang arahnya ke sana. Contohnya ya. Jauh banget di Denma ngurusin pangkalan kok sampai melakukan aksi seperti itu," ujar hakim.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas