Kesaksian penumpang kapal MV Hondius setelah wabah hantavirus merebak
Penumpang kapal pesiar MV Hondius menceritakan kehidupan di dalam kapal setelah wabah hantavirus merebak di dalam kapal dan menewaskan…
Pada 11 April, seorang pria Belanda meninggal di atas kapal, dengan penyebab kematian yang belum diketahui.
Hampir dua minggu kemudian, jenazahnya diturunkan dari kapal di St Helena bersama istrinya.
Sang istri dievakuasi ke Afrika Selatan. Otoritas setempat mengatakan ia meninggal di sebuah rumah sakit di Johannesburg.
WHO kemudian mengonfirmasi bahwa perempuan berusia 69 tahun itu mengidap hantavirus.
Pada 27 April, seorang penumpang asal UK jatuh sakit dan dievakuasi ke Afrika Selatan. Dia berada dalam kondisi kritis namun stabil akibat hantavirus.
Kemudian pada 2 Mei, seorang warga negara Jerman juga meninggal dunia, sehingga jumlah korban tewas menjadi tiga orang.
Masih belum jelas apakah mereka tertular.
Pada Rabu, Kementerian Kesehatan Afrika Selatan mengatakan bahwa galur Andes dari virus tersebut, yang diketahui dapat menyebar antar manusia melalui kontak dekat, telah diidentifikasi pada dua orang yang dievakuasi ke negara itu.
Operator Hondius, Oceanwide Expeditions, mengatakan kapal tersebut akan menuju Kepulauan Canary setelah evakuasi di Tanjung Verde.
Baca tanpa iklan