Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Iran menuntut jaminan FIFA dan tiga tuan rumah saat tampil di Piala Dunia 2026

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyampaikan 10 syarat kepada FIFA terkait keikutsertaan mereka di Piala Dunia, yang dimulai pada…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Iran menuntut jaminan FIFA dan tiga tuan rumah saat tampil di Piala Dunia 2026
BBC Indonesia
Iran menuntut jaminan FIFA dan tiga tuan rumah saat tampil di Piala Dunia 2026 

Iran telah mengindikasikan akan ikut serta dalam Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, pada Juni hingga Juli mendatang. Namun, Iran menuntut jaminan dari FIFA dan para tuan rumah turnamen di tengah ketegangan antara Iran dan AS.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengatakan Iran akan berkompetisi di turnamen tersebut "tanpa mundur dari keyakinan, budaya, dan prinsip kami", sambil menegaskan bahwa para tuan rumah "harus memperhitungkan kekhawatiran kami".

Tuntutan itu muncul setelah Ketua FFIRI, Mehdi Taj, ditolak masuk ke Kanada menjelang Kongres FIFA bulan lalu.

Taj mengungkapkan bahwa Iran telah menyampaikan 10 syarat kepada FIFA terkait keikutsertaan mereka di Piala Dunia, yang dimulai pada 11 Juni.

Apa saja tuntutan Iran?

Salah satu tuntutan Iran adalah jaminan bahwa semua pemain, pelatih, dan ofisial yang bepergian bersama tim akan menerima visa, termasuk mereka yang pernah menjalani dinas militer bersama Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Organisasi tersebut terdaftar sebagai organisasi teroris di Kanada dan Amerika Serikat. Keterkaitan Mehdi Taj dengan IRGC disebut-sebut sebagai alasan dia ditolak masuk ke Kanada.

Iran juga meminta jaminan terkait perlakuan terhadap tim nasional, termasuk penghormatan terhadap bendera Iran dan lagu kebangsaan, serta peningkatan keamanan di bandara, hotel, dan stadion selama turnamen.

Rekomendasi Untuk Anda

Tuntutan lain dari pejabat Iran adalah para jurnalis menghindari pertanyaan di luar "urusan teknis sepak bola".

Namun dalam kasus Iran, batas antara sepak bola dan politik sering kali kabur.

Pertanyaan seputar pemilihan skuad, dukungan publik terhadap tim nasional, atau suasana di sekitar pertandingan dapat membawa dimensi olahraga dan politik secara bersamaan.

Hal ini terlihat pada Piala Asia putri di Australia pada Maret ketika sejumlah pemain Iran mencoba mengajukan suaka, memicu kebuntuan diplomatik yang tegang.

Sebanyak tujuh pemain diberikan visa kemanusiaan saat berada di Australia – namun lima di antara mereka berubah pikiran dan kembali ke Iran.

Pelatih timnas putra Iran, Amir Ghalenoei, baru-baru ini mengakui bahwa suasana bermuatan politik dapat mencampuri pertandingan yang melibatkan Iran di Piala Dunia.

Apakah tuntutan Iran bakal dipenuhi?

Sebagian permintaan tersebut kemungkinan akan dapat disanggupi FIFA.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas