Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

WHO umumkan wabah Ebola darurat internasional

WHO mengatakan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, yang mencatat sekitar 246 kasus suspek dan 80 kematian, tidak memenuhi kriteria…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in WHO umumkan wabah Ebola darurat internasional
BBC Indonesia
WHO umumkan wabah Ebola darurat internasional 

Pejabat Uganda mengatakan seorang pria berusia 59 tahun yang meninggal pada Kamis (14/05) dinyatakan positif mengidap Ebola.

Pemerintah Uganda mengatakan pasien yang meninggal tersebut adalah warga negara Kongo yang jenazahnya telah dipulangkan ke RD Kongo.

Sebuah laboratorium juga telah mengonfirmasi satu kasus Ebola di Kota Goma di bagian timur, yang saat ini dikuasai kelompok pemberontak M23, demikian dilaporkan kantor berita AFP, pada Minggu (17/05).

WHO mengatakan situasi keamanan yang sedang berlangsung, krisis kemanusiaan di RD Kongo, mobilitas penduduk yang tinggi, lokasi wabah di wilayah perkotaan, serta banyaknya fasilitas layanan kesehatan informal di wilayah tersebut meningkatkan risiko penyebaran.

Negara-negara yang berbatasan dengan RD Kongo dianggap berisiko tinggi karena faktor perdagangan dan perjalanan.

Rwanda mengatakan akan memperketat pemeriksaan di perbatasannya dengan RD Kongo sebagai "langkah pencegahan".

Kementerian Kesehatan Rwanda mengatakan sistem pengawasan telah diperkuat dan tim kesehatan siaga untuk "memastikan deteksi dini dan respons cepat jika diperlukan".

Rekomendasi Untuk Anda

WHO menyarankan agar RD Kongo dan Uganda membentuk pusat operasi darurat untuk memantau, melacak, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan infeksi.

Untuk meminimalkan penyebaran, WHO mengatakan kasus yang terkonfirmasi harus segera diisolasi dan dirawat hingga dua tes virus Bundibugyo menunjukkan hasil negatif—setidaknya dengan selang waktu 48 jam.

Untuk negara yang berbatasan dengan wilayah dengan kasus terkonfirmasi, pemerintah harus meningkatkan pengawasan dan pelaporan kesehatan.

WHO menambahkan bahwa negara di luar wilayah terdampak tidak seharusnya menutup perbatasan atau membatasi perjalanan dan perdagangan karena "langkah-langkah tersebut biasanya dilakukan karena ketakutan dan tidak memiliki dasar ilmiah".

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan bahwa saat ini terdapat "ketidakpastian signifikan mengenai jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi dan penyebaran wabah tersebut secara georgrafis".

Seberapa mengkhawatirkan wabah ini?

Pernyataan keadaan darurat kesehatan masyarakat oleh WHO tidak lantas berarti kita berada pada tahap awal pandemi seperti Covid.

Risiko yang ditimbulkan Ebola terhadap seluruh dunia tetap sangat kecil. Bahkan pada wabah 2014–2016, hanya ada tiga kasus di UK dan semuanya merupakan tenaga kesehatan yang menjadi relawan.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas