Vladimir Putin Bertemu Xi Jinping di Beijing
Presiden Rusia Vladimir Putin berkunjung ke Beijing untuk bertemu pemimpin Cina Xi Jinping, beberapa hari setelah Donald Trump berkunjung…
Proyek Power of Siberia 2 sempat tertahan akibat perbedaan pandangan mengenai harga gas.
Dalam pertemuan Xi dan Putin pada September lalu, Putin mengatakan bahwa harga gas dalam proyek tersebut akan menggunakan formula pasar yang serupa dengan skema pengiriman gas Rusia ke Eropa. Kala itu, kedua negara juga sepakat meningkatkan volume tahunan pengiriman gas melalui jalur tersebut.
Proyek ini menjadi semakin penting bagi Rusia setelah sanksi yang dijatuhkan akibat invasi ke Ukraina memutus sebagian besar akses Moskow ke pelanggan energi di Eropa.
Namun sejauh ini Cina nampak enggan memberikan pernyataan publik mengenai proyek pipa ini.
Xi dan Putin akan tandatangani kesepakatan soal tatanan “multipolar”
Selain membahas kesepakatan energi, Putin dan Xi Jinping juga dikabarkan akan menandatangani pernyataan mengenai pembangunan tatanan dunia “multipolar” serta sejumlah dokumen lainnya.
Ushakov mengatakan kedua pemimpin negara akan menandatangani sekitar 40 dokumen, termasuk perjanjian bilateral pada sektor industri, perdagangan, transportasi, dan konstruksi.
Terkait hal ini, Cina telah berulang kali menyerukan agar negara-negara Barat meninggalkan “mentalitas Perang Dingin” dan menerima peran Cina dalam dunia yang semakin multipolar.
Merz berharap Xi mendesak Putin untuk hentikan perang Ukraina
Di sisi lain, Kanselir Jerman Friedrich Merz berharap Xi Jinping menggunakan pengaruhnya untuk mendesak Putin mengakhiri invasi Moskow ke Ukraina.
“Kami tidak berharap ada perubahan mendasar dalam hubungan strategis Rusia dan Cina pada tahap ini,” kata Merz sebagaimana dikutip kantor berita Jerman DPA.
“Namun kami tentu berharap kunjungan ini juga dimanfaatkan Presiden Xi untuk mendesak Presiden Putin mengakhiri perang di Ukraina, perang yang tidak bisa ia menangkan,” kata Merz, sambil menyinggung banyaknya tentara Rusia yang jadi korban.
Rusia kini semakin bergantung pada hubungan ekonominya dengan Cina setelah terisolasi dari negara-negara Barat akibat perang di Ukraina.
Cina pun tidak pernah mengecam invasi Rusia dan terus menyerukan penyelesaian melalui negosiasi antara Kyiv dan Moskow.
Bukti komitmen sejati Rusia-Cina
Beijing dan Moskow menggambarkan kunjungan ini sebagai bukti komitmen kemitraan bilateral yang terus berlanjut dalam situasi apapun.
Dalam pidato yang disampaikan pada Selasa (19/05), Putin menyebut hubungan Rusia dan Cina telah mencapai “level saling pengertian dan kepercayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Menurut Putin, kedua negara siap “saling mendukung dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti masing-masing negara, termasuk perlindungan kedaulatan dan persatuan nasional.”
